Tinjau Dampak Banjir Bandang di Trenggalek, Mensos Dirikan 4 Lumbung Sosial
4 min read
TRENGGALEK, Mediasuarapublik – Bencana banjir bandang yang menerjang sebagian wilayah Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, menjadi perhatian Menteri Sosial Tri Rismaharini. Tiba di lokasi bajir di Desa Tawing, di Kecamatan Munjungan, Mensos langsung mengecek titik-titik bencana.
Dengan dibonceng sepeda motor, Mensos menuju bibir Sungai Kali Tengah. Tanpa canggung, Mensos turun langsung ke sungai membantu petugas. Dari dalam sungai, Mensos ikut menarik material kayu besar yang terbawa banjir.
Hadir bersama Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Mensos mengecek kesiapan bantuan Kementerian Sosial untuk mengatasi dampak banjir di kawasan itu. Mensos tampak mengecek kesibukan di dapur umum di Desa Tawing, serta beberapa rumah warga yang terdampak banjir.
Dari observasi lapangan dan mendengarkan penjelasan Bupati Nur Arifin dan jajaran, Mensos mendapat gambaran tentang beberapa lokasi yang terancam rawan terisolasi akibat bencana. Untuk itu, Mensos langsung mengarahkan agar dibangun lumbung sosial di 4 titik di Kecamatan Munjungan.
“Ada beberapa lokasi rawanan terisolir. Nah ini kan cuaca ekstrem masih terus terjadi. Puncak musim penghujan masih lama. Dikhawatirkan dampak pada banjir susulan akan menghambat akses jalan menuju Kecamatan Munjungan,” kata Mensos dalam kunjungan Minggu (06/11).
Kepada media, Mensos Risma menjelaskan, bantuan Kemensos sudah tersalurkan Rp628 juta. Namun akan ditambah lagi untuk logistik dan peralatan dapurnya. “Kami akan pasok kebutuhan dapurnya, dan dorong agar mereka bisa mandiri dengan bantuan logistik yang Kemensos berikan, sehingga mereka (daerah-daerah yang rawan tersebut) bisa mandiri. Oleh karena itu Kemensos membangun lumbung sosial di 4 titik sekaligus,” katanya.
Lokasi lumbung sosial ada 2 di Desa Tawing, satu di Desa Bendoroto dan satu di Desa Bangun Kecamatan Munjungan. Lumbung sosial merupakan bentuk langkah-langkah prefentif agar warga terjaga akesnya terhadap sumber logistik.
Dari pengamatan, Mensos juga melihat arus air telah mengerosi jalan yang berada di sisi sungai. Hal ini dikawatirkan jalan akan tergerus dan berdampak ke perumahan warga. Ia meminta masyarakat bergerak cepat. Untuk membantu warga, Kemensos akan mengirimkan bantuan alat berat. “Persiapannya harus cepat. Sehingga kebutuhan alat berat menjadi prioritas,” katanya.
Kepada masyarakat, Mensos Risma berharap pengelolaan penanganan resiko bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Ia meminta semua pihak gotong royong, melibatkan masyarakat. “Saya sangat percaya, kekuatan masyarakat itu karena doa. Dengan doa pasti Allah akan membantu mempermudah ini semua,” ucapnya.
Bupati Nur Arifin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan kepedulian Mensos Risma. Tidak hanya bantuan buffer stock, paket sembako dan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang diberikan, Bu Risma juga akan membantu mencarikan alat berat serta bronjong yang sangat dibutuhkan saat ini.
“Bahkan Ibu Risma turun langsung ke sungai membantu menarik material kayu besar yang terbawa banjir,” ucap Arifin.
Di tempat terpisah, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Iyan Kusmadiyana menjelaskan bahwa bantuan _buffer stock_ yang disalurkan oleh Kemensos berupa makanan siap saji sebanyak 1500 paket, makanan anak 504 paket, kasur 300 lembar, selimut 300 lembar, sandang dewasa 200 paket, family kit 200 paket, dan Kidware 200 paket.
Ada juga bantuan sembako sebanyak 500 paket yang berisi beras premium 5 kg, minyak goreng 1 lt, mie instan masing-masing 10 bungkus, ikan sarden 3 kaleng, kopi bubuk 165 gram, 1 bungkus biskuit kecap manis 1 botol, dan saos tomat 1 botol perpaketnya.
Serta pendirian dapur umum dan pelaksanaan Layanan Dukungan Psikososial didukung relawan kebencanaan yaitu Taruna Siaga Bencana (TAGANA), bersama pilar-pilar sosial lainnya antara lain Pelopor Perdamaian, TKSK dan Pendamping PKH dengan menyiapkan 200 paket bahan kontak bagi anak-anak terdampak banjir.
Hingga saat ini TAGANA Trenggalek masih terus melakukan pemantauan bersama instansi dan unsur terkait guna mengantisipasi jika ada banjir susulan.
Akibat bencana sejumlah infrastruktur jembatan dan jalan putus total. Bahkan hingga saat ini warga di Desa Bangun, Kecamatan Munjungan mengalami kesulitan akses akibat rusaknya jembatan.

Mensos Borong Peralatan Dapur untuk Persiapan Dapur Umum
Menteri Sosial Tri Rismaharini memborong peralatan dapur di Pasar Tradisional Trenggalek, Minggu (6/11/2022).
Peralatan dapur itu disiapkan untuk pendirian dapur umum mandiri di sejumlah wilayah di Trenggalek apabila terjadi banjir susulan.
Setelah melakukan kunjungan langsung ke lokasi warga terdampak banjir bandang di Kecamatan Munjungan Trenggalek, Risma langsung menuju ke Pasar Pon Trenggalek untuk membeli peralatan dapur.
Sebelumnya, dalam kunjungan ke wilayah bencana, Risma menemukan sejumlah titik di Kecamatan Munjungan yang berpotensi terisolasi apabila terjadi bencana banjir susulan.
Saat ini, hujan deras masih seningkali mengguyur wilayah Kecamatan Munjungan.
Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk tersebut, Risma memborong sejumlah peralatan masak di Pasar Pon untuk kebutuhan dapur umum di titik-titik rawan.
Harapannya, masyarakat bisa mandiri untuk mencukupi kebutuhan makanan dari dapur umum apabila kemungkinan terburuk itu terjadi.
Risma menganggap hal tersebut penting, karena saat ini belum puncak musim penghujan, sehingga masyarakat diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan.
“Saya hari ini membeli perlengkapan masak, karena ada akses yang terputus-putus sehingga berpontensi ada daerah yang terisolasi. Ini yang harus kita antisipasi logistik-nya,” kata Risma di Pasar Pon Trenggalek.
“Masalahnya kalau putus (akses). Kita berharap dengan kita mempersiapkan peralatan masak ini, mereka nantinya bisa mandiri. Makanya saya ke kota untuk membeli peralatan masak dan staf saya belanja kebutuhan pokoknya,” ujar Tri Rismaharini.
Risma juga mengimbau, kepada Kapolres serta Dandim Trenggalek, agar daerah-daerah kritis tadi tidak dilalui kendaraan berat. Karena, beban berat dari kendaraan tersebut akan mempengaruhi kekuatan jalan.
Risma mengukapkan, kondisi jalan di pinggir sungai benar-benar tidak ada penahan sama sekali. Ia khawatir jika jalan tersebut dilewati kendaraan berat, akan mudah rontok. [Andk/Yar]
