Indonesia Kecam Pembakaran Al-Qur’an, Putin: Ini Kejahatan di Rusia
3 min read
JAKARTA, Mediasuarapublik – Pemerintah Indonesia Kamis malam (29/6) mengecam keras aksi provokatif membakar Al-Qur’an oleh seorang warga negara Swedia di depan Masjid Raya Sodermalm, Stockholm, saat Hari Raya Idul Adha.
Lebih jauh Kementerian Luar Negeri Indonesia lewat Twitter mengatakan “tindakan itu sangat mencederai perasaan umat Muslim dan tidak dapat dibenarkan.”
Kementerian Luar Negeri Indonesia menggarisbawahi bahwa “kebebasan berekspresi harus pula menghormati nilai dan kepercayaan agama lain.” Ditegaskan bahwa “Indonesia bersama negara anggota OKI di Swedia telah menyampaikan protes atas kejadian ini.”
Polisi Swedia Beri Izin, Tapi Akan Buka Penyelidikan Pembakaran Al-Qur’an
Di bawah pengawasan ketat polisi Stockholm, Salwan Momika, usia 37 tahun, yang melarikan diri ke Swedia beberapa tahun lalu, Rabu (28/6) menginjak-injak Al-Qur’an sebelum membakar beberapa halamannya di depan masjid terbesar di Stockholm.
Polisi telah memberinya izin untuk melancarkan protes itu sesuai dengan perlindungan kebebasan berbicara, tetapi kemudian mengatakan telah membuka penyelidikan atas pembakaran Al-Qur’an yang memicu kemarahan di seluruh dunia Muslim itu.
Peristiwa itu terjadi saat umat Islam di seluruh dunia sedang memperingati Hari Raya Iduladha.
Putin: Tidak Menghormati Al-Qur’an adalah Kejahatan di Rusia
Presiden Rusia Vladimir Putin, Rabu (28/6) menegur negara-negara Barat atas apa yang disebutnya sebagai “tidak menghormati perasaan relijius orang-orang.”
Saat berkunjung ke Masjid Juma di kota Derbent, Rusia, Putin diberi salinan Al-Qur’an.
Merujuk pada pembakaran Al-Qur’an di Swedia, Putin mengatakan “kita tahu di negara-negara lain, mereka mengambil tindakan berbeda (atas Al-Qur’an) dan tidak menghormati perasaan relijius orang-orang.”
Turki, Maroko dan Irak Kecam Swedia
Sejumlah pejabat Turki mengutuk keputusan pihak berwenang Swedia mengizinkan tindakan menginjak-injak dan membakar Al-Qur’an itu. Hal ini dinilai dapat semakin mengancam upaya Swedia bergabung dengan NATO sebelum pertemuan puncak blok itu bulan Juli nanti.
Turki telah menolak menandatangani aplikasi Swedia untuk bergabung dengan aliansi trans-Atlantik itu, menuduh Swedia bersikap terlalu lunak terhadap kelompok yang nilai menimbulkan ancaman keamanan, termasuk kelompok militan Kurdi.
Irak mengutuk pembakaran Al-Qur’an dalam aksi protes yang mendapat izin polisi. Irak menyebut aksi sebagai tindakan “rasis” dan “tidak bertanggung jawab”
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Rabu malam, pemerintah Irak mengutuk keras “tindakan berulang kali membakar Al-Qur’an oleh individu-individu dengan pikiran ekstremis dan terganggu”.
“Tindakan ini menunjukkan semangat kebencian dan agresif yang bertentangan dengan prinsip kebebasan berekspresi,” tambah pernyataan itu.
Merujuk pada pembakaran Al-Qur’an di Swedia, Putin mengatakan “kita tahu di negara-negara lain, mereka mengambil tindakan berbeda (atas Al-Qur’an) dan tidak menghormati perasaan relijius orang-orang.”
Turki, Maroko dan Irak Kecam Swedia
Sejumlah pejabat Turki mengutuk keputusan pihak berwenang Swedia mengizinkan tindakan menginjak-injak dan membakar Al-Qur’an itu. Hal ini dinilai dapat semakin mengancam upaya Swedia bergabung dengan NATO sebelum pertemuan puncak blok itu bulan Juli nanti.
Turki telah menolak menandatangani aplikasi Swedia untuk bergabung dengan aliansi trans-Atlantik itu, menuduh Swedia bersikap terlalu lunak terhadap kelompok yang nilai menimbulkan ancaman keamanan, termasuk kelompok militan Kurdi.
Irak mengutuk pembakaran Al-Qur’an dalam aksi protes yang mendapat izin polisi. Irak menyebut aksi sebagai tindakan “rasis” dan “tidak bertanggung jawab”
Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Rabu malam, pemerintah Irak mengutuk keras “tindakan berulang kali membakar Al-Qur’an oleh individu-individu dengan pikiran ekstremis dan terganggu”.
“Tindakan ini menunjukkan semangat kebencian dan agresif yang bertentangan dengan prinsip kebebasan berekspresi,” tambah pernyataan itu. [Red]#VOA
