Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Progress Pembangunan Smelter di Gresik Sudah 72 Persen

Progress Pembangunan Smelter di Gresik Sudah 72 Persen

2 min read

GRESIK, Mediasuarapublik – Progress Pembangunan Proyek smelter dengan desain single line terbesar di dunia di Gresik sudah mencapai 72 persen. Dengan progress tersebut, diperkirakan pertengahan tahun 2024 smelter tersebut akan selesai.

Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan peninjauan smelter PT Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur. Jokowi mengungkapkan smelter tembaga ini progres pembangunannya sudah mencapai 72%.

“Sore hari ini saya datang ke smelter milik PT Freeport Indonesia dan Alhamdulillah di sini sudah selesai lebih dari 72% seperti sekarang kita lihat,” ungkap Jokowi di smelter Freeport, Gresik, Jawa Timur, Selasa (20/6/2023).

Jokowi memaparkan smelter Freeport ini bisa mengolah 1,7 juta ton per tahun konsentrat tembaga untuk menjadi berbagai produk. Mulai dari tembaga, emas, hingga perak.

Produksi katoda tembaga sebagai produk utamanya dapat dilakukan sebesar 600 ribu ton per tahun. Jokowi mengungkapkan smelter ini akan selesai pembangunannya di bulan Mei 2024.

“Kita harapkan semuanya selesai sebelum Mei 2024. Di sini memiliki kapasitas produksi konsentrat 1,7 juta ton per tahun yang menghasilkan katoda tembaga 600 ribu ton per tahun,” beber Jokowi.

Lebih lanjut dia mengatakan setelah smelter ini berfungsi pekerjaan rumah berikutnya adalah mengintegrasikan hasil hilirisasi industri di komoditas mineral yang lain. Mulai dari hasil nikel di Sulawesi, produksi bauksit di Kalimantan, hingga timah di Bangka Belitung.

Di smelter Gresik sendiri, Jokowi berharap hasil tembaga yang diproduksi Freeport dapat diserap oleh pabrik copper foil. Kebetulan, sebelum ke smelter Freeport, Jokowi sempat meninjau groundbreaking pabrik copper foil milik PT Hailiang Nova Material Indonesia.

Pabrik copper foil dan smelter Freeport itu berada di satu kawasan industri, tepatnya Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE).

“Dan nanti tadi mau diserap oleh copper foil di sini sehingga terintegrasi menjadi ev battery, lithium battery yang itu diintegrasikan jadi kendaraan listrik,” kata Jokowi.

Investasi Mencapai 33 Triliun

Sementara itu, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengatakan realisasi investasi PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk proyek smelter di JIIPE, Gresik, Jawa Timur, telah menyentuh US$2,2 miliar (Rp33 triliun) per Mei 2023 dari total investasi US$3 miliar (Rp45 triliun).

Proyek smelter dengan desain single line terbesar di dunia tersebut telah menyerap 15.000 tenaga kerja dari Indonesia.

“Melalui proyek smelter ini, kita lakukan hilirisasi untuk penciptaan nilai tambah. Kita ingin Indonesia yang tidak hanya dikenal karena sumber daya alamnya saja, tapi karena produknya,” ucap Bahlil dalam keterangan resminya, dikutip pada Minggu (25/6).

Menurutnya, hilirisasi sumber daya di Indonesia telah terbukti mampu meningkatkan pendapatan negara. “Nikel contohnya, naik dari US$3,3 miliar menjadi US$30 miliar setelah kita stop ekspor nikel dan lakukan hilirisasi,” ujarnya. [FM/Red]