KTT G20 Bali Resmi Dibuka, Begini Sambutan Pembukaan Presiden Jokowi
2 min read
BALI, Mediasuarapublik – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Presidensi G20 di Bali, pada Selasa (15/11/2022). Dalam sambutan pembukaannya, ada beberapa pesan yang disampaikan Jokowi dihadapan para petinggi negara.
Pesan pertama yang disampaikan jokowi ialah ditahun 2023 ini dunia bisa semakin suram apabila dunia khususnya para pemimpin negara di G20 tidak mengambil langkah berkenaan dengan harga yang terjangkau khususnya soal pangan dan energi.
“Dunia sedang hadapi tantangan luar baisa, krisis demi krisis terjadi, pandemi belum usai, perang terjadi dan dampak berbagai krisis tersebut terhadap ketahanan pangan dan energi. Dan kekurangan dirasakan dunia terutama negara berkembang, jika kita tidak segera mengambil langah untuk ketersediaan pupuk dan harga yang terjangkau, maka 2023 akan jadi tahun yang lebih suram,” ungkap Jokowi dalam Pembukaan KTT G20 yang digelar di The Apurva Kempisnki, Bali, Selasa (15/11/2022)
Tak hanya suram, di depan para pemimpin negara tersebut, Jokowi menyatakan dunia bisa semakin memburuk dan bisa kehilangan pasokan pangan serta kelangkaan pupuk yang menyebabkan gagalnya panen.
“Kita juga melihat tatanan dunia dan hukum internasional diuji, hari ini mata dunia tertuju pada pertemuan kita apakah kita akan mencetak keberhasilan atau akan menambah satu langi angka kegagalan,” ungkap Jokowi.
Maka dari itu, kata Jokowi, KTT G20 harus berhasil tidak boleh gagal, presiden G20 di Indonesia berupaya maksimal untuk menjembatani perbedaan yang sangat dalam dan lebar.
“Keberhasilan haya bisa dicapai, jika kita semua berkomitmen kerja keras menyisihkan perbedaan, untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi dunia,” ungkap Jokowi.
Kedua, Presiden Jokowi juga menyampaikan kepada para pemimpin negara dunia yang hadir, Jokowi menyerukan agar dunia tidak seharusnya dibagi menjadi beberapa bagian. “Kita tidak boleh membiarkan dunia jatuh ke dalam perang dingin lagi,” kata Jokowi.
Pernyataan itu disampaikan Jokowi di tengah masih berkecamuknya Perang Rusia Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin yang sedianya diundang dalam KTT G20 Bali, memilih tak hadir dan mengutus Lavrov.
Jokowi menyampaikan bahwa dunia tak punya opsi lain. Upaya kolaborasi sangatlah dibutuhkan untuk menyelamatkan dunia. “Kita semua punya tanggung jawab, tidak hanya kepada masyarakat kita, tapi juga masyarakat di seluruh dunia,” kata dia.
Bertanggung jawab, kata Jokowi, artinya menghormati hukum internasional dan prinsip-prinsip dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB secara konsisten. “Bertanggung jawab artinya win-win, bukan situasi zero-sum,” ujarnya.
Bertanggung jawab, kata dia, juga berarti dunia harus menghentikan perang. Kalau perang tak berakhir, akan semakin sulit bagian dunia untuk bergerak maju.
“Kalau perang tak berakhir, akan sulit bagi kita untuk bertanggung jawab atas masa depan generasi saat ini dan masa depan,” ujar Jokowi. [AH]
