Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Pantau Beras di Pasar Induk Cipinang, Mendag Zulkifli Hasan: Stok Beras Aman dan Harga Terjangkau

Pantau Beras di Pasar Induk Cipinang, Mendag Zulkifli Hasan: Stok Beras Aman dan Harga Terjangkau

3 min read

JAKARTA, Mediasuarapublik – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menegaskan stok beras secara nasional aman  dengan  harga  yang  terjangkau.  Pemerintah  memastikan  stabilitas  harga  beras  nasional  tetap terjaga. Sejumlah langkah strategis seperti operasi pasar dan penyerapan gabah petani telah dilakukan.

Untuk   menghadapi   berbagai   kemungkinan,   Pemerintah   terus   mengintensifkan komunikasi   dan  koordinasi  dengan  berbagai  pihak  termasuk  Pemerintah  Daerah    untuk  memastikan  ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pangan secara nasional.

Penegasan  tersebut  disampaikan  Mendag  Zulkifli  Hasan  saat  meninjau  Pasar  Induk  Beras  Cipinang bersama  Kepala  Badan  Pangan  Nasional  Arif  Prasetyo  Adi  pada  hari  ini,  Senin  (3/10)  di  Jakarta.

Turut hadir  pada  peninjauan,  Menteri  Perhubungan  Budi  Karya  Sumadi,  Wakil  Menteri  Pertanian  Harvick Hasnul Qolbi, Kepala Perum Bulog Budi Waseso, serta Ketua Komisi IVDPR RI Sudin. Pada kegiatan ini, Mendag Zulkifli Hasan didampingi Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Syailendra.

“Beras pengaruhnya terhadap inflasi tinggi sekali. Oleh karena itu, Pemerintah terus mengecek stok di pasar, salah satunya Pasar Induk Beras Cipinang.Memang kenyataannya, Agustus—September harga beras naik. Salah satunya disebabkan kenaikan harga gabah,” ujar Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag Zulkifli Hasan menyebut, Pemerintah telah melakukan beberapa langkah. Salah satunya dengan memenuhi permintaan pasar.

“Kita memenuhi pasar, tidak hanya di Pasar Induk Cipinang, tetapi juga seluruh tanah air,” tandasnya.

Mendag  Zulkifli  Hasan  berharap  Pemerintah  Daerah  merespons  dengan  cepat  gejolak  harga  barang kebutuhan pokok. Presiden Joko Widodo sudah memerintahkan kepala daerah untuk terus memantau harga barang kebutuhan pokok,seperti beras.

“Berapapun gejolak harga yang terjadi di pasar, Pemerintah Daerah diharapkan tetap menjaga sesuai harga standar. Misalnya dengan subsidi harga sehingga harga tidak bergejolak,” imbuh Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag   Zulkifli   Hasan   juga   mengungkapkan,  Pemerintah   akan   berkoordinasi   dengan   pemangku kepentingan  terkait  agar  harga  beras  dapat  terkendali,  baik  jangka  pendek  maupun  jangka  panjang.

“Diharapkan  operasi  pasar  dilakukan  serempak  di  seluruh  tanah  air,  terutama  di  daerah  yang mengalami kenaikan signifikan agar harga terkendali,” tutupnya.

Sementara  Menhub  Budi  Karya  mengungkapkan,  Kementerian  Perhubungan  siap  untuk  mengirimkan beras dan komoditas lainnya ke berbagai daerah seluruh Indonesia. Salah satunya melalui tol laut yang relatif fleksibel  dan  bisa  dilakukan  setiap  saat.  Kementerian  Perhubungan  juga  akan  berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan daerah untuk memperlancar transportasi.

Kepala BadanPangan Nasional Arif Prasetyo menambahkan, kenaikan harga beras tidak bisa dihindari. Penyebabnya di antaranya kenaikan biaya tanam dan kenaikan biaya distribusi. Untuk itu, Pemerintah, melalui  Bulog  akan  mendukung  pasar  dengan  menyerap  beras  sesuai  dengan  harga  yang  telah ditentukan Pemerintah.

Arif menyebut, stok Bulog hari ini sekitar 800 ribu ton dan Pemerintah akan menyerap beras hingga 1,2 juta ton. Jadi berapapun yang diminta pasar seperti Cipinang, akan dipenuhi. Bapanas beserta pemangku kepentingan  terkait  selalu  memperhatikan  stok  beras  dan  barang  penting  lainnya  karena  inflasi  dari volatile food ini yang masih bisa kita kendalikan.

Senada  dengan  Arif,  Wamentan  Harvick  menyampaikan,  Kementan  berkonsentrasi  penuh  dalam menjaga ketersediaan produksi beras sesuai target. Pada tahun ini, produksi cukup namun karena ada situasi yang tidak bisa dihindari yang mengganggu distribusi dan penyerapan. Sebelumnya,  Pemerintah  telah  telah  menugaskan  Perum  Bulog  melaksanakan  program  Ketersediaan Pasokan  dan  Stabilisasi  Harga  (KPSH) beras  medium  yang  dilakukan  sepanjang  tahun  hingga  31 Desember 2022 di seluruh wilayah di Indonesia.

Pada program ini, Perum Bulog perlu mengoptimalkan penyaluran  beras  medium  untuk  mengisi  pasokan  beras  medium  secara  terus-menerus  kepada pedagang eceran di pasar rakyat, ritel modern, maupun pedagang eceran lainnya yang mudah dijangkau masyarakat dengan harga jual maksimal di tingkat konsumen akhir sesuai Harga Eceran tertinggi (HET), baik  secara  langsung  oleh  Perum Bulogmaupun  melalui  distributor/mitra  Perum  Bulog. Perum Bulogtelah  menyalurkan  KPSH beras  medium sejak  Januari—30  September  2022  dengan  realisasi  sebesar 652.768 ton, dan khusus DKI Jakarta sebesar 31.715 ton. [Red/Hms]