Menelusuri Proyek Jalan Rp 1,2 Miliar di Desa Panjang Bojonegoro: Ketebalan Dipertanyakan, Ukuran Diduga Berkurang
BOJONEGORO, Mediasuarapublik — Tim Investigasi Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Alam Bersatu Jaya Indonesia (DPP ABJI) bersama Media Suara Publik Group menerjunkan tim ke Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, guna mengusut indikasi penyimpangan pada proyek infrastruktur desa.
Langkah ini diambil setelah munculnya laporan warga yang mencurigai adanya ketidaksesuaian antara hasil pengerjaan fisik di lapangan dengan besaran anggaran yang dialokasikan di wilayah Kecamatan Kedungadem.
Menindaklanjuti aduan tersebut, tim penelusuran mendatangi Desa Panjang untuk mengecek langsung proyek pengaspalan Jalan Poros Desa yang disinyalir bermasalah.
Transparansi dan Spesifikasi Teknis Dipertanyakan
Berdasarkan papan transparansi informasi kegiatan yang terpasang di lokasi, proyek Pembangunan Jalan Poros Desa Panjang (Jalan Aspal) ini dibiayai melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKK Desa) Tahun Anggaran 2025.
Nilai anggaran yang dialokasikan untuk proyek tersebut terbilang fantastis, yakni mencapai Rp 1.253.363.284,00 dengan pelaksana pekerjaan oleh Tim Pelaksana Desa.
Dalam papan informasi proyek tertera target volume pekerjaan memiliki panjang 662,30 meter dan lebar 4 meter. Namun, terdapat sejumlah kejanggalan pada papan informasi publik tersebut, salah satunya kolom waktu pelaksanaan pengerjaan yang dibiarkan kosong tanpa keterangan.
Hasil Cek Lapangan: Ukuran Menyusut dan Tanpa Target Ketebalan

Selain persoalan administrasi papan informasi, tim investigasi yang turun langsung ke lapangan menemukan indikasi penyusutan dimensi fisik pengerjaan jika dibandingkan dengan spesifikasi awal.
Anggota Tim Investigasi DPP ABJI, Roby Ganda Saputra, menyoroti tidak dicantumkannya rincian ketebalan lapisan aspal pada papan proyek serta ditemukannya ketidaksesuaian lebar jalan saat diukur secara fisik.
“Pada papan informasi tidak terdapat keterangan ketebalan bangunan. Ini menjadi pertanyaan mendasar mengenai standar teknis yang digunakan,” kata Roby Ganda Saputra saat ditemui di lokasi investigasi.

Tak hanya itu, Roby menjelaskan bahwa berdasarkan pengukuran mandiri yang dilakukan tim di beberapa titik ruas jalan, lebar fisik aspal tidak mencapai target 4 meter sebagaimana tertera di papan proyek.
“Saat kami mencoba melakukan pengukuran lebar bangunan, ditemukan rata-rata hanya 3,73 meter,” tegas Roby.
Temuan ini menguatkan dugaan adanya kekurangan volume pekerjaan pada proyek jalan poros desa bernilai miliaran rupiah tersebut. Hingga berita ini diturunkan, tim investigasi masih terus mengumpulkan data lapangan dan berupaya mengonfirmasi pihak Tim Pelaksana Desa maupun Pemerintah Desa Panjang guna mendapatkan klarifikasi resmi. [Roby/Bgs]
