Sekjen Kemenag Dorong Pranata Humas Lebih Peka terhadap Agenda Strategis
2 min read
JAKARTA, Mediasuarapublik – Peran pejabat fungsional Pranata Humas di lingkungan Kementerian Agama dinilai tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis komunikasi. Pemahaman terhadap fungsi kelembagaan, kebijakan pemerintah, serta berbagai program prioritas juga menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas kehumasan.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin saat memberikan arahan dalam Pengukuhan Pengurus Cabang Iprahumas Kemenag di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Kamaruddin meminta para insan humas memiliki kepekaan terhadap substansi pekerjaan kementerian. Dengan pemahaman tersebut, informasi yang disampaikan kepada masyarakat diharapkan tidak sekadar menarik secara komunikasi, tetapi juga sesuai dengan konteks kebijakan dan agenda pemerintah.
“Saya berharap kita semua memiliki kepekaan substansial (sense of sensitivity) serta pengetahuan dan pemahaman tentang fungsi Kementerian Agama. Bahkan, kita juga harus mengetahui program-program prioritas nasional, program prioritas Bapak Presiden, dan program prioritas Kementerian Agama, agar kita dapat memosisikan diri dan menyampaikannya secara berkualitas,” tegas Kamaruddin.
Menurutnya, kemampuan memahami substansi akan membantu Pranata Humas dalam membaca perkembangan isu, menentukan strategi komunikasi, hingga menyampaikan kebijakan dan capaian Kemenag secara tepat kepada publik.
Humas Diminta Lebih Proaktif
Kamaruddin juga mengingatkan agar jajaran humas tidak hanya bergerak ketika muncul persoalan atau isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia mendorong Pranata Humas mengambil peran lebih aktif dengan memperluas penyebaran informasi mengenai berbagai praktik baik yang telah dilakukan masyarakat maupun Kementerian Agama dalam bidang keagamaan.
“Isu di bidang keagamaan ini sangat besar dan masif, dan kita adalah pemain utamanya. Kita berharap ruang publik kita, baik di media mainstream maupun media sosial, dipenuhi oleh berita-berita positif dan informasi tentang praktik baik yang telah dilakukan oleh umat beragama,” ujarnya.
Menurut Kamaruddin, posisi Kemenag memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan keagamaan masyarakat. Karena itu, berbagai bentuk pembinaan dan kerja sama dengan masyarakat perlu dikomunikasikan secara profesional sehingga informasi yang diterima publik dapat memberikan pemahaman yang baik.
Ia juga menyebut Kemenag memiliki peran sebagai the guardian of faith atau penjaga nilai-nilai keagamaan. Peran tersebut, kata dia, perlu diiringi dengan pola komunikasi publik yang berkualitas dan mampu menjangkau masyarakat secara luas.
Perkuat Jejaring dan Kolaborasi
Dalam kesempatan tersebut, Sekjen Kemenag turut mendorong para Pranata Humas untuk memperluas jejaring, baik di lingkungan internal maupun dengan pihak eksternal.
Inovasi, sinergi, dan kolaborasi dinilai diperlukan agar fungsi kehumasan dapat semakin optimal dalam menyampaikan berbagai informasi mengenai kinerja dan program kementerian.
Kamaruddin menekankan bahwa capaian sebuah institusi perlu dikomunikasikan dengan baik agar dapat diketahui dan dipahami masyarakat. Menurutnya, program yang telah dijalankan tidak akan memberikan dampak komunikasi apabila publik tidak memperoleh informasi yang memadai.
“Kinerja Kementerian Agama harus terus memberikan dampak positif dan menjadi game changer terhadap perubahan serta transformasi Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Mari kita bersama-sama menjaga komitmen, bersinergi, dan berkolaborasi agar Kemenag semakin dicintai oleh umat dan masyarakat,” pungkasnya.
Pengukuhan Pengurus Cabang Iprahumas Kemenag diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat jaringan kehumasan sekaligus meningkatkan kapasitas para Pranata Humas dalam membaca isu keagamaan.
Dengan penguatan tersebut, komunikasi publik Kementerian Agama diharapkan dapat berjalan semakin efektif, profesional, dan mampu menyampaikan informasi yang relevan kepada masyarakat. [Red]
