Khofifah Puji Lamongan Sebagai Sentra Ternak Kurban Jawa Timur
3 min read
LAMONGAN, Mediasuarapublik – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi kepada Kabupaten Lamongan yang dinilai menjadi salah satu daerah penyangga utama kebutuhan hewan ternak kurban di Jawa Timur menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Apresiasi tersebut disampaikan Khofifah saat meninjau langsung peternakan sapi di Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Desa Gunungrejo, Kecamatan Kedungpring, Minggu (24/5/2026). Menurutnya, Lamongan memiliki kontribusi besar dalam menjaga ketersediaan hewan kurban, khususnya sapi, baik untuk kebutuhan Jawa Timur maupun luar daerah.
“Terima kasih Bupati Lamongan karena Lamongan salah satu daerah dengan ketersediaan sapi yang cukup besar,” katanya.
Berdasarkan data tahun 2026, populasi ternak di Lamongan mencapai 108.987 ekor sapi potong, 97.288 ekor kambing, 86.319 ekor domba, dan 130 ekor kerbau. Jumlah tersebut menjadikan Lamongan sebagai salah satu daerah dengan stok ternak terbesar di Jawa Timur.
Khofifah menegaskan, secara keseluruhan stok hewan kurban di Jawa Timur dalam kondisi aman dan mencukupi. Berdasarkan laporan dinas peternakan kabupaten/kota se-Jawa Timur, total ketersediaan ternak kurban tahun ini mencapai 2.055.978 ekor.
Jumlah itu terdiri atas 629.119 ekor sapi, 940.693 ekor kambing, 484.468 ekor domba, dan 1.698 ekor kerbau. Sementara kebutuhan hewan kurban pada Iduladha tahun ini diproyeksikan sebanyak 427.060 ekor.
“Jadi cukup, aman dan sehat saya rasa harus disampaikan ke publik bukan hanya untuk Jawa Timur tapi juga luar Jawa Timur,” ujarnya.
Selain memastikan stok ternak, Khofifah juga menyoroti meningkatnya semangat masyarakat dalam beribadah kurban yang berdampak pada kenaikan penjualan hewan ternak tahun ini. Meski harga sapi mengalami kenaikan dibanding tahun lalu, tingkat penjualan disebut tetap meningkat.
Harga sapi hidup tercatat naik sekitar Rp5 juta hingga Rp10 juta per ekor, sedangkan harga berdasarkan berat hidup meningkat sekitar Rp5 ribu sampai Rp10 ribu per kilogram.
“Saya menyampaikan terima kasih para peternak memiliki semangat yang luar biasa dan apalagi kalau terkonfirmasi bahwa tingkat penjualannya tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu,” ungkapnya.
Untuk menjamin kesehatan hewan kurban, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga menyiapkan ribuan petugas pemeriksa hewan kurban yang akan melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem di seluruh daerah.
Petugas yang disiagakan terdiri atas 950 dokter hewan, 1.500 paramedik veteriner, 145 pengawas bibit ternak, 75 pengawas mutu pakan, serta 1.997 Juru Sembelih Halal (Juleha) bersertifikat.
“Ternak-ternak tersebut juga sudah terjamin kesehatannya karena telah dilakukan vaksinasi, biosecurity dan pengobatan ternak di seluruh wilayah Jawa Timur,” jelasnya.

Di sisi lain, pengelola Koperasi Ternak Gunungrejo Makmur, Suparto, menjelaskan usaha peternakan yang dirintis sejak tahun 2008 itu awalnya hanya memiliki sekitar 20 ekor sapi melalui bantuan program Sarjana Membangun Desa dari Kementerian Pertanian.
Seiring perkembangan waktu, usaha tersebut berkembang tidak hanya pada sektor sapi potong tetapi juga usaha ayam petelur dengan dukungan pembinaan dari pemerintah dan koperasi.
“Jadi kami melakukan pembinaan petani peternak disini bersama koperasi gunungrejo makmur bisa mengembangkan peluang usaha sampai sekarang,” ungkapnya.
Suparto menuturkan minat masyarakat untuk berkurban tetap tinggi meskipun harga sapi mengalami kenaikan. Harga sapi kurban tahun ini meningkat dari sekitar Rp58 ribu menjadi Rp62 ribu per kilogram.
“Antusias masyarakat untuk beribadah kurban luar biasa. Itu terbukti dengan peningkatan penjualan tahun ini,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) gratis serta program Inseminasi Buatan (IB) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat membantu dalam meningkatkan kualitas dan ketersediaan ternak.
Dalam menyambut Iduladha 2026, koperasi tersebut menyiapkan sekitar 300 ekor sapi kurban dari jenis Peranakan Ongole, Limosin, Simental, dan sapi lokal. Hingga saat ini sekitar 80 persen atau sekitar 260 ekor telah terjual ke sejumlah daerah seperti Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.
“Tahun 2026 menyambut Idul Adha disiapkan kurang lebih 300 ekor dan Alhamdulillah sudah terjual 80 persen atau sekitar 260 ekor di Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Gubernur Jawa Timur juga memborong 8 ekor sapi,” pungkasnya. [P.Shal/As’ad/Tanto Eko W.]
