Warga Minta Bubarkan Kelompok Tani, Bernard Damanik Siap Bongkar Mafia Pupuk Subsidi
2 min read
SIMALUNGUN, Mediasuarapublik – Nada keras dilontarkan warga Paranginan Nagori Desa Janggir Leto, Kab Simalungun Provinsi Sumatera Utara. “Warga minta agar kelompok tani dibubarkan saja”, karena dinilai membuat sengsara para petani. Hal ini disampaikan disela sela acara kegiatan Reses III tahun sidang II 2025 – 2026 anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari Partai Nasdem Rony Reynaldo Situmorang SH,M.IP bersama Bernard Damanik yang juga anggota DPRD Kab Simalungun, Jumat 21 Mei 2026 sekira pukul 16.00 wib.
Sianturi salah satu warga yang hadir di acara kegiatan Reses itu meminta kepada dua anggota DPRD yang hadir agar membubarkan saja kelompok tani di Nagorinya karena dinilai tidak ada fungsinya.Saya menilai dengan adanya kelompok tani membuat warga semakin sengsara untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.Sebelumnya saat kelompok tani belum ada kami warga disini mudah untuk mendapatkan pupuk subsidi.Tetapi sekarang dengan adanya kelompok tani,kami semakin sulit mendapatkan pupuk subsidi, karena terlalu banyak administrasi yang dipenuhi cetus Sianturi mewakili warga yang hadir.
Saya sebagai petani sangat kecewa dengan adanya kelompok tani ini karena terlalu rumit untuk mendapatkan pupuk subsidi.Kami harus siapkan berkas berkas,lalu dipoto.Dan yang paling menyedihkan kami hanya dapat satu sak saja pupuk tersebut.Terlalu rumit syaratnya sementara pupuk yang kami terima dinilai tidak cukup,keluh Sianturi.”Jadi tolonglah pak Dewan agar dibubarkan saja kelompok tani ini karena kami para petani menilai tidak ada gunanya dan tidak memihak kepada petani ujar Sianturi sambil meminta agar jalan ke Nagorinya(Desanya) juga minta diperbaiki.

Mendengar apa yang disampaikan warga tersebut, anggota DPRD kab Simalungun Bernard Damanik langsung menanggapi nya.Dia mengatakan kalau untuk membubarkan kelompok tani itu adalah wewenang Pemerintah pusat.Namun demikian hal ini akan kita sampaikan kepada Pemerintah pusat.Saya menyadari apa yang menjadi keluhan para petani saat ini, dimana saat ini petani kita sangat sulit untuk mendapatkan pupuk subsidi.
Terimakasih atas aspirasi masyarakat ini dan saya akan telusuri informasi ini terkait masalah pupuk subsidi ini ungkap Bernard Damanik.Saya sudah dapat informasi jika ada dugaan permainan distributor pupuk dengan kios pupuk,imbuh Bernard Damanik.
Dalam waktu dekat ini saya akan sidak ke kios itu dan akan saya telusuri lebih dalam lagi terkait informasi ini.Jika informasi ini nantinya terbukti,Bernard berjanji akan segera mengambil tindakan tegas secepatnya”.Bukan itu saja,saya juga mendapat informasi ada beberapa kios pupuk subsidi yang nekat mengganti karung pupuk tersebut”.Hal Ini tidak dapat kita biarkan karena ini jelas kejahatan melanggar Undang undang dan harus ditindak tegas ujar Bernard Damanik yang disambut tepuk tangan para warga.
Sementara itu Camat Panei Ronal Saragih yang turut hadir kegiatan Reses III ini mendukung tindakan yang akan diambil Bernard Damanik.”Dia juga menyampaikan rasa kecewa terhadap distributor dan kios pupuk yang mana bila terbukti melakukan pelanggaran ini dapat menyengsarakan petani.Hal ini jelas tidak diperbolehkan dan harus kita tindak. ungkap Ronal Saragih.
(Hasudungan Purba)
