Finfest 2025, Kolaborasi Pemkot Kediri dan OJK untuk Literasi Keuangan Masyarakat
2 min read
KEDIRI KOTA, Mediasuarapublik – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri, berkolaborasi memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat melalui ajang Kediri Financial Festival (Finfest) 2025.
Wakil Wali Kota Kediri, K.H. Qowimuddin Thoha, menjelaskan bahwa kegiatan Finfest 2025 merupakan bentuk sinergi antara Pemkot Kediri, OJK, Bank Indonesia, LPS, FKIJK, serta berbagai lembaga jasa keuangan yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Kediri.
“Kolaborasi ini, lanjutnya, bukan sekadar urusan angka dan transaksi, melainkan juga menyangkut penguatan ekonomi rakyat dan pemerataan kesejahteraan,” katanya di Kediri, Minggu.
Ia menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini, karena melalui Finfest masyarakat dapat memperoleh edukasi mengenai pengelolaan keuangan.
“Saya mengajak masyarakat untuk lebih melek keuangan, lebih mudah mengakses produk dan layanan jasa keuangan, serta lebih mandiri dalam mengelola keuangan pribadi dan usaha,” kata Gus Qowim, sapaan akrabnya.
Wawali menuturkan bahwa Finfest 2025 juga menjadi sarana bagi pelaku UMKM lokal untuk menampilkan produk-produk unggulan mereka. Puluhan booth UMKM binaan pemerintah dan lembaga jasa keuangan hadir dan berinteraksi langsung dengan masyarakat serta pelaku industri.
“Inilah bentuk nyata dari economic empowerment yang tidak hanya memberikan kail berupa modal, tetapi juga kolamnya berupa akses, pendampingan, dan pasar,” ujarnya.
Gus Qowim menambahkan bahwa selain sebagai wadah literasi keuangan, Finfest 2025 kini telah menjadi event ikonik Kota Kediri yang selalu menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Ajang ini juga mendukung program Kediri City Tourism, memperkuat citra Kediri sebagai kota yang religius, edukatif, sekaligus memiliki potensi besar di sektor ekonomi kreatif dan industri keuangan.
“Semoga melalui ajang ini tercipta kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, industri, dan masyarakat untuk mewujudkan Kota Kediri yang Mapan,” kata Gus Qowim.
Sementara itu, Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri menuturkan bahwa Finfest 2025 tidak hanya sekadar pameran, melainkan juga menjadi ruang kolaborasi dan harapan baru bagi masyarakat Kediri. Ia menekankan pentingnya akses keuangan yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kegiatan yang berlangsung Sabtu–Minggu (18–19/10) di Balai Kota Kediri, Ismi, sapaan akrabnya, berharap tema “Sustainability Finance: Empowering Kediri’s Economy” bukan hanya menjadi slogan. Ia mendorong penerapan keuangan berkelanjutan yang tidak hanya mengejar profit, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.
Kegiatan ini juga berfokus pada pemberdayaan ekonomi lokal, terutama UMKM dan sektor produktif, melalui akses keuangan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini mewujudkan ekosistem keuangan yang sehat dan tangguh guna mendukung visi pembangunan Sapta Cita Kota Kediri serta program Kediri City Tourism,” kata dia.
Festival ini menghadirkan beragam kegiatan seperti pameran lembaga jasa keuangan, bazar UMKM, talkshow edukatif tentang literasi keuangan, hingga StockLab Competition, pemilihan Duta Literasi Keuangan, dan hiburan musik. [D/Red]
