Proses Pencarian Korban Longsor Natuna Terus Berlanjut
1 min read
JAKARTA, Mediasuarapublik – Pencarian korban longsor di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau hingga Minggu 12 Maret 2023 terus berlanjut.
Berdasarkan data dari Tim Penanganan Darurat Bencana, sebanyak 44 korban meninggal dunia yang tertimbun longsor telah ditemukan.
“Pada hari ini Tim Sar Gabungan kembali menemukan 7 jenazah korban longsor Natuna,” ujar Juru Bicara Tanggap Darurat Becana Longsor Serasan Natuna, Patli Muhamad, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu malam, 11 Maret 2023.
Dari 44 korban tersebut, hanya 1 jenazah yang belum terindifikasi. Sedangkan data untuk yang masih hilang atau dalam pencarian sebanyak 10 orang. “Empat orang luka berat, tiga orang dirawat di Kalimantan, satu dirawat di Ranai Natuna,” katanya.
Patli melanjutkan, hasil pendataan ulang ditemukan setidaknya total pengungsi bertambah menjadi 1.863 orang. Sebelumnya disebutkan korban mengungsi sebanyak 1.216 orang. “Tidak hanya jumlah pengungsi, rumah yang terdampak setelah dihitung ulang juga berubah menjadi 100 rumah, awalnya hanya disebutkan 30 rumah,” kata Patli.
Selain itu saat ini tim sudah menginventarisasi kerugian material, yaitu 100 rumah terdampak, 1 unit musala rusak, jalan desa tertutup material longsor, dan tiga tiang listrik tumbang.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Natuna menetapkan masa tanggap darurat bencana longsor Natuna selama tujuh hari dimulai pada 7 Maret 2023 hingga 12 Maret 2023. Penetapan masa tanggap darurat ini menyusul bencana tanah longsor yang terjadi di Serasan dan Serasan Timur, Natuna.
“Status bencana tanggap darurat dengan masa tujuh hari,” seperti dikutip dari rilis pers Tim Gabungan Tanggap Bencana Serasan dan Serasan Timur, Selasa, 7 Maret 2023.
Longsor di Natuna terjadi pada Senin, 6 Maret 2023. Longsor tersebut terjadi di Kecamatan Serasan, Natuna, Kepulauan Riau, pada sekitar pukul 11.00 WIB akibat hujan deras. [Red]
