Alasan Pemerintah Berikan Subsidi Kendaraan Mobil dan Motor Listrik
2 min read
JAKARTA, Mediasuarapublik – Pemerintah terus mencanangkan untuk memberikan subsidi bagi masyarakat yang akan membeli kendaraan listrik, baik itu mobil atau motor. Subsidi itu diberikan dengan syarat kendaraan yang dibeli dibuat di Indonesia.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, bahwasanya subsidi itu diberikan dengan besaran jumlaah yang berbeda-beda. Rentang subsidi yang diberikan yakni dari Rp. 5 Juta hingga Rp. 80 Juta, tergantung jenis kendaraan listrik yang dibeli.
“Jumlah subsidinya akan kami hitung, tapi kira-kira untuk mobil listrik akan diberikan insentif Rp80 juta, mobil listrik berbasis hybrid Rp40 juta. Juga motor listrik baru diberi insentif Rp8 juta, sementara motor konversi diberikan insentif Rp5 juta,” kata Agus, dikutip dalam tayangan video di akun YouTube Sekretariat Presiden, Minggu (18/12).
Agus juga mengungkapkan alasan pemerintah memberikan subsidi bagi masyarakat yang ingin membeli kendaraan listrik.
Salah satunya untuk menyelamatkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sendiri yang selama ini terbebani subsidi BBM yang dikonsumsi kendaraan konvensional.
“Dengan mendorong penggunaan mobil atau motor listrik yang semakin banyak, secara fiskal kita akan terbantu. Karena subsidi untuk kendaraan berbasis bensin akan semakin berkurang,” ujar Agus.
Penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai ini menurutnya juga mampu menjadi bagian bentuk mendukung peran Indonesia menurunkan emisi karbon dunia. Apalagi Indonesia memiliki cadangan nikel terbesar dunia, sekitar 21 juta metrik ton sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik.
Selain itu, katanya, dengan pemberian subsidi ini bisa mendorong produsen mobil atau motor listrik di dunia semakin cepat merealisasikan investasinya di Indonesia. Sebab, tingkat konsumsi kendaraan listrik di dalam negeri bisa terkerek naik.
Lagi pula, Agus berujar, skema pemberian insentif pembelian kendaraan listrik ini bukan pemerintahan Indonesia saja yang memberikannya.
Di banyak negara, khususnya negara yang sudah banyak menggunakan kendaraan listrik kata dia juga turut memberikan insentif pembeliannya meski kebijakan insentifnya berbeda-beda.
“Contoh, Eropa, mereka lebih maju menjual mobil dan motor listrik karena pemerintahnya memberikan insentif. China juga beri insentif dan kebetulan kompetitor kita, Thailand, juga memberikan insentif,” Pungkas Agus. [AH/FM]
