Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » KLB Virus Polio, Begini Gejala Awal dan Jenis Vaksinnya

KLB Virus Polio, Begini Gejala Awal dan Jenis Vaksinnya

3 min read

JAKARTA, Mediasuarapublik – Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menempatkan posisi Indonesia sebagai negara ke-16 yang mendapati kasus polio tipe ini, hal itu berdasarkan kasus polio Tipe 2 yang terdeteksi di Aceh. Atas ditemukannya kasus tersebut, Pemerintah Indonesia bergerak cepat dengan menetapkan Polio sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia.

Pada umumnya kasus polio lebih sering menyerang anak yang masih berusia di bawah 5 tahun (Balita) akan tetapi virus ini sebenarnya bisa menyerang semua usia. Penyakit polio ini dapat membuat penderita mengalami kelumpuhan dengan kerusakan motor neuron pada cornu dari sumsum tulang bekakang akibat infeksi virus. Namun bagaimanakan gejala awal dari virus polio ini ?

Mengutip laman Infeksi Emerging Kemenkes, virus polio akan memasuki masa inkubasi yang biasanya memakan waktu 3-6 hari. Setelah itu, sekitar 7-21 hari setelah terpapar virus akan terjadi kelumpuhan. Sekitar 90 persen orang yang terinfeksi virus ini tidak memiliki gejala atau timbul gejala sangat ringan dan umumnya tidak dikenali. Pada kondisi lain, gejala awal yaitu demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan di leher, dan nyeri di tungkai. 

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengungkap sebagian kecil orang dengan infeksi virus polio akan mengembangkan gejala lain yang lebih serius. Gejala ini mempengaruhi otak dan sumsum tulang belakang, seperti: 

-Meningitis atau infeksi pada selaput sumsum tulang belakang dan/atau otak yang terjadi pada sekitar 1–5 dari 100 orang, tergantung jenis virus. 

-Kelumpuhan atau kelemahan pada lengan, kaki, atau keduanya, yang terjadi pada sekitar 1 dari 200 orang hingga 1 dari 2.000 orang, tergantung jenis virus. 

CDC juga menyebut pencegahan penularan virus polio dapat dengan vaksinasi karena vaksin polio dapat melindungi anak-anak dari penyakit ini. Cara kerjanya dengan menyiapkan tubuh untuk melawan virus polio. Hampir semua atau lebih dari 99 persen anak yang mendapatkan semua dosis vaksin polio inaktif yang telah direkomendasikan akan terlindungi dari penyakit polio. 

Selain itu, pola hidup sehat dengan menjaga kebersihan tangan yang baik dan sering mencuci tangan dengan sabun dan air. Pembersih tangan berbahan dasar alkohol tidak membunuh virus polio. 

Mengutip laman Infeksi Emerging Kemenkes, pencegahan penularan ke orang lain melalui kontak langsung (droplet) dapat dengan menggunakan masker bagi yang sakit maupun yang sehat. Lalu, penting juga untuk mencegah pencemaran lingkungan dan pengendalian infeksi, yang bisa dilakukan dengan menerapkan buang air besar di jamban dan mengalirkannya ke septik tank. 

Ada 4 jenis vaksin Polio, yaitu : 
-Oral Polio Vaccine (OPV). Jenis vaksin ini aman, efektif dan memberikan perlindungan terhadap virus polio jangka panjang. Karenanya vaksin jenis ini sangat efektif dalam menghentikan penularan virus. Cara pemberian vaksin ini dilakukan secara oral. 

-Monovalent Oral Polio Vaccines (mOPV1 and mOPV3). Vaksin ini dikembangkan pada awal tahun 1950-an yang memberikan kekebalan hanya pada satu jenis dari tiga serotipe OPV namun tidak memberikan perlindungan terhadap dua jenis lainnya.  

-Bivalent Oral Polio Vaccine (bOPV). Bivalen OPV hanya mengandung virus serotype 1 dan 3 yang dilemahkan dalam jumlah yang sama seperti pada vaksin trivalen. Bivalen OPV menghasilkan respons imun yang lebih baik terhadap jenis virus polio tipe 1 dan 3, jika dibandingkan dengan OPV trivalen namun sayangnya tidak memberikan kekebalan terhadap serotipe 2. 

-Inactivated Polio Vaccine (IPV) vaksin ini dikembangkan pada 1950 oleh Albert Sabin yang terdiri dari campuran virus polio hidup dan dilemahkan dari ketiga serotipe tersebut. Harga vaksin tOPV tidak mahal, efektif, dan memberikan perlindungan jangka panjang untuk ketiga serotipe virus Polio. [Red]