17 September 2026

Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Pemkab Banyuwangi dan IAI Jatim Bersinergi Dorong Pembangunan Berkelanjutan

Pemkab Banyuwangi dan IAI Jatim Bersinergi Dorong Pembangunan Berkelanjutan

2 min read

BANYUWANGI, Mediasuarapublik – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memperluas kerja sama dengan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Timur untuk meningkatkan kualitas pembangunan daerah. Sinergi tersebut diarahkan pada pengembangan infrastruktur dan tata ruang yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan karakter lokal.

Komitmen bersama itu dituangkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang Sinergi Pembangunan dan Pengembangan Potensi Daerah. MoU ditandatangani Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dan Ketua IAI Jawa Timur Fafan Tri Afandy di Banyuwangi, Jumat (11/9/2026).

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah daerah dan IAI akan membuka ruang kolaborasi dalam berbagai sektor pembangunan. Di antaranya peningkatan kualitas tata ruang, pembangunan infrastruktur, penataan ruang publik, gedung pemerintahan, fasilitas pelayanan masyarakat, hingga pengembangan kawasan pariwisata.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Menurutnya, aspek kenyamanan warga, kelestarian lingkungan, serta karakter dan identitas Banyuwangi juga harus menjadi bagian penting dalam proses pembangunan.

“Arsitektur tidak hanya soal kemegahan, tetapi harus berpihak kepada masyarakat. Dengan kolaborasi bersama IAI, kami ingin terus memastikan ruang publik, taman kota, hingga tata ruang wilayah melibatkan arsitek agar pembangunan lebih nyaman, berkelanjutan, dan menyejahterakan masyarakat,” ujarnya.

Ipuk menambahkan, Pemkab Banyuwangi telah menerapkan pendekatan pembangunan hijau selama lebih dari 14 tahun. Sejumlah pembangunan fasilitas publik di daerah tersebut juga telah melibatkan tenaga profesional di bidang arsitektur.

“ Kita ingin pembangunan daerah tetap berkarakter dan tidak kehilangan jati diri, namun pada saat yang sama memenuhi standar kualitas dan keberlanjutan,” kata Ipuk.

Sementara itu, Ketua IAI Jawa Timur Fafan Tri Afandy menyebut kerja sama tersebut dapat menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem arsitektur sekaligus mendukung peningkatan mutu pembangunan di Banyuwangi.

Menurut Fafan, hubungan antara IAI dan Pemkab Banyuwangi sebenarnya telah berlangsung cukup intens dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai perkembangan arsitektur di Banyuwangi menunjukkan kemajuan yang signifikan.

“Kami melihat loncatan perkembangan bidang arsitektur yang cukup pesat di Banyuwangi hingga menjadikannya barometer arsitektur di Indonesia, khususnya di wilayah timur,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, perkembangan tersebut salah satunya didukung konsistensi Banyuwangi dalam mengembangkan desain dan pembangunan yang mengangkat nilai-nilai lokal serta memperhatikan prinsip keberlanjutan.

Salah satu pencapaian yang disebut menjadi tonggak perkembangan arsitektur di Banyuwangi adalah diraihnya Aga Khan Award for Architecture oleh Bandara Internasional Banyuwangi. Penghargaan tersebut dikenal sebagai salah satu penghargaan bergengsi di dunia arsitektur.

Kerja sama antara Pemkab Banyuwangi dan IAI Jatim juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang arsitektur. Fafan menyebut jumlah tenaga profesional di daerah tersebut mengalami pertumbuhan dibandingkan periode sebelumnya.

“Dari awal hanya terdapat tiga hingga empat arsitek, kini Banyuwangi memiliki 10–16 arsitek teregistrasi, 33 konsultan perencana, serta sekitar 80 sarjana arsitektur yang kembali ke daerah,” jelasnya.

IAI Jawa Timur, lanjut Fafan, turut berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi para arsitek dan tenaga profesional di Banyuwangi. Saat ini, telah terbentuk Komisariat Wilayah IAI Banyuwangi sebagai wadah resmi bagi para arsitek setempat.

“Saat ini telah terbentuk Komisariat Wilayah IAI Banyuwangi sebagai wadah resmi bagi para arsitek lokal untuk berpraktik, berkolaborasi, dan mengembangkan kompetensi,” katanya.

Selain penguatan profesi, IAI Jatim Komisariat Banyuwangi juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui forum diskusi mengenai arsitektur. Kegiatan tersebut antara lain diwujudkan melalui rangkaian Gesah dan Pameran Arsitektur yang digelar pada 11–13 September 2026. [Red]