Hampir Sebulan Berlalu, Warga Cantel Masih Tak Percaya dan Kenang Tumpukan Pasir
2 min read
NGAWI, Mediasuarapublik — Hampir sebulan berlalu sejak Jembatan Garuda berdiri kokoh di desanya, Bu Jaini (60), masih seperti tak percaya. Jembatan yang sebelumnya hanya menjadi harapan warga, kini benar-benar hadir dan mengubah kehidupan masyarakat.
Di balik kokohnya jembatan di Desa Cantel, Kecamatan Puti, Kabupaten Ngawi tersebut, tersimpan cerita tentang perjuangan warga yang selama bertahun-tahun harus berhadapan dengan sulitnya akses untuk menyeberangi sungai.
Dulu, sungai bukan hanya aliran air yang membelah wilayah mereka, tetapi juga penghalang yang harus ditaklukkan setiap kali hendak beraktivitas di seberangnya.
Berbagai cara pun dilakukan. Dalam kondisi tertentu, warga bahkan harus memanfaatkan tumpukan pasir sebagai pijakan untuk menyeberang. Pengalaman itu masih begitu jelas bagi warga di sana.

“Kalau tidak ada Jembatan Garuda, mungkin kami warga di sini masih menggunakan tumpukan pasir untuk menyeberangi sungai,” kenang Bu Jaini saat berada di lokasi jembatan sambil melihat arus sungai di bawahnya, Kamis (3/9/2026).
Cara sederhana itu tentu bukan tanpa risiko. Ketika debit air meningkat atau kondisi sungai tidak memungkinkan untuk dilalui, aktivitas warga pun ikut terganggu.
Kini, cerita itu perlahan menjadi bagian dari masa lalu. Jembatan Garuda hadir bukan hanya sebagai penghubung dua sisi sungai, tetapi juga membuka akses yang selama ini dinantikan masyarakat.
Warga Cantel lainnya, Muhamad Machi (59), merasa bersyukur dengan Jembatan Garuda yang telah dibangun. Ia juga mengaku tak perlu was-was lagi saat harus menyeberang.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya jembatan ini. Sekarang lebih mudah untuk menyeberang dan tidak lagi khawatir ketika sungai sedang penuh sekali pun,” ujarnya.
Machi juga mengungkapkan, keberadaan jembatan tersebut telah memberikan harapan baru dan perubahan nyata bagi kehidupan warga di desanya.
Sementara itu, Pjs. Kasiter Korem 081/DSJ Mayor Arm Timbul Moedjihartoyo mengatakan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari upaya membuka akses masyarakat di wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan.
“Program Jembatan Garuda ini tujuannya untuk membuka akses di berbagai wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan, seperti di Desa Cantel ini,” kata Mayor Timbul saat meninjau jembatan tersebut.
Menurut dia, keberadaan jembatan juga akan membuat masyarakat lebih mudah dan aman dalam melakukan berbagai aktivitas sehari-hari.
“Dengan adanya jembatan ini, tentunya masyarakat tidak perlu lagi mengambil risiko saat harus menyeberangi sungai atau bahkan memutar hingga beberapa kilometer saat arus sungai sedang tinggi,” sebutnya.
Mayor Timbul mengungkapkan, sejauh ini sebanyak puluhan Jembatan Garuda telah dibangun di berbagai wilayah di jajaran Korem 081/DSJ.
Keberadaan jembatan-jembatan tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan akses, tetapi juga mampu memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat.
“Dengan terbukanya akses, tentunya peluang ekonomi dan sektor-sektor lainnya semakin terbuka. Kondisi ini diharapkan berdampak terhadap kesejahteraan warga yang semakin baik,” pungkasnya.
Selain meninjau Jembatan Garuda di Desa Cantel yang merupakan jenis jembatan gantung, Mayor Timbul juga meninjau jembatan serupa yang berada di Desa Mendiro, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi. [Ujang]
