3 September 2026

Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Masyarakat Diminta Segera Melapor Ketika Melihat Pohon Berisiko Tumbang

Masyarakat Diminta Segera Melapor Ketika Melihat Pohon Berisiko Tumbang

2 min read

SIDOARJO, Mediasuarapublik – Masyarakat diminta untuk segera melapor jika melihat pohon berisiko tumbang. Seperi pohon dengan batang miring, keropos, maupun cabang rapuh. Utamanya pohon-pohon di pinggir jalan yang berpotensi tumbang ke jalan raya.

Laporan bisa langsung ditujukan ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo, agar dapat segera dilakukan pengeprasan. Layanan pengajuan pengeprasan pohon itu gratis tanpa dipungut biaya.

Caranya, pemohon atau warga yang melapor cukup melayangkan surat permohonan pengeprasan pohon kepada DLHK Sidoarjo. Petugas akan meninjau langsung dan segera melakukan pengeprasan setelah verifikasi surat selesai dilakukan.

DLHK Sidoarjo sendiri rutin melakukan pemeliharaan pohon diseluruh ruas jalan di Sidoarjo. Perantingan pohon-pohon besar di sejumlah titik sudah terjadwalkan. DLHK Sidoarjo memprioritaskan perantingan pohon dari laporan masyarakat. Terutama dijalan-jalan protokol yang padat lalu lintas kendaraan. Seperti jadwal yang sedang dilakukan di jalan Gading Fajar Sidoarjo dan Jalan Kalijaten Taman, Kamis, (3/9/2026).

Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau DLHK Sidoarjo, Vira Murti Krida Laksmi mengatakan pemeliharaan pohon rutin dijadwalkan. Lokasinya selalu berpindah-pindah. Prioritas utamanya pohon-pohon dijalan protokol berdasarkan laporan masyarakat.

“Kegiatan rutin pemeliharaan pohon ini sebagai antisipasi kejadian pohon tumbang yang dapat menimpa pengguna jalan,” ujarnya.

Vira mengatakan DLHK Sidoarjo menurunkan tim kepras untuk melakukan pemeliharaan dan perapian pohon. Ada dua tim kepras yang dilengkapi kendaraan skylift dan truk angkut. Dua tim tersebut dipencar untuk menangani pohon-pohon yang mengkhawatirkan rawan tumbang.

“Dua tim kita terjunkan untuk menangani pemeliharaan pohon, masing-masing tim berjumlah sepuluh orang yang dilengkapi kendaraan skylift dan truk angkut,”ujarnya.

Ia mengatakan laporan masyarakat menjadi perhatian utamanya dalam penanganan pohon berisiko tumbang. Warga dapat mengajukan surat permohonan pengeprasan pohon kepada DLHK Sidoarjo jika melihat pohon di pinggir jalan yang dinilai membahayakan.

“Laporan penanganan pohon yang datang kepada kami sangat banyak, selain dari masyarakat, juga dari pihak desa maupun kecamatan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan perantingan pohon memerlukan penanganan khusus. Terutama yang berdekatan dengan kabel listrik. Penanganannya harus ekstra hati-hati. Oleh karenanya perantingan pohon dengan kondisi seperti itu tidak bisa dilakukan dengan

cepat. Butuh waktu yang cukup lama untuk memastikan perantingan betul-betul aman dilakukan.

“Penanganan pohon satu dengan yang lainnya tidak sama, apalagi perantingan pohon-pohon yang berdekatan dengan kabel listrik, keselamatan petugas dan pengguna jalan menjadi prioritas yang harus didahulukan,” ucapnya. [Ujang]