Tiga Formasi Perangkat Desa Kentong Dibuka, Muncul Dugaan Dua Jabatan Sudah Diproyeksikan
2 min read
LAMONGAN, Mediasuarapublik – Pemerintah Desa Kentong, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, membuka proses pengisian tiga formasi perangkat desa dalam rangka memenuhi kebutuhan aparatur pemerintahan desa. Namun, di tengah proses seleksi tersebut, muncul informasi dan dugaan di tengah masyarakat terkait adanya calon yang disebut-sebut telah diproyeksikan untuk menempati dua dari tiga jabatan yang dibuka.
Informasi yang berkembang menyebutkan, tiga formasi perangkat desa yang dibuka tersebut terdiri dari Kepala Dusun, Kaur Keuangan, dan Kaur Kesejahteraan.

Dari tiga formasi tersebut, masyarakat menduga terdapat dua jabatan yang calon pengisinya telah diperkirakan, yakni jabatan Kepala Dusun yang disebut-sebut mengarah kepada M. Mutawakkil Alalhaq, serta jabatan Kaur Keuangan yang diduga akan ditempati oleh Zulia Nur Habiba.
Sementara itu, untuk formasi Kaur Kesejahteraan, hingga saat ini belum muncul informasi atau dugaan serupa mengenai adanya calon tertentu yang telah diproyeksikan. Formasi tersebut dinilai masih terbuka dan dapat diperebutkan secara kompetitif oleh peserta yang memenuhi persyaratan.
Salah seorang warga yang mengetahui perkembangan proses pengisian perangkat desa tersebut, namun meminta identitasnya tidak dipublikasikan, membenarkan adanya informasi yang berkembang di masyarakat.
“Informasi seperti itu memang berkembang di masyarakat. Katanya dari tiga formasi, ada dua yang sudah disebut-sebut calon pengisinya. Tetapi itu masih sebatas dugaan dan belum bisa dipastikan kebenarannya,” ujarnya.
Menurut sumber tersebut, masyarakat saat ini masih menunggu pelaksanaan ujian seleksi sebagai tahapan penting untuk mengetahui siapa yang nantinya benar-benar dinyatakan memenuhi syarat dan memperoleh hasil terbaik.
“Kami berharap prosesnya benar-benar terbuka. Kalau memang seleksi, biarkan semua peserta memiliki kesempatan yang sama dan hasil akhirnya ditentukan berdasarkan kemampuan serta nilai ujian,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa informasi mengenai dugaan adanya calon yang telah diproyeksikan tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta sebelum terdapat bukti maupun keputusan resmi dari pihak yang berwenang.
“Jangan sampai informasi yang masih dugaan kemudian dianggap sebagai kebenaran. Karena itu, lebih baik kita menunggu hasil resmi seleksi. Yang paling penting prosesnya transparan, objektif dan sesuai aturan,” tambahnya. Sesuai informasi yang berkembang, ujian seleksi pengisian perangkat Desa Kentong dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus. Hasil ujian nantinya diharapkan dapat menjadi dasar yang objektif dalam menentukan peserta yang berhak mengisi masing-masing formasi. [Her/Red]
