Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Jubir Kemhan Soal Berita Penyelidikan Terhadap Menhan:  Ini Jelas Hoax dan Fitnah

Jubir Kemhan Soal Berita Penyelidikan Terhadap Menhan:  Ini Jelas Hoax dan Fitnah

3 min read

JAKARTA, Mediasuarapublik – Juru Bicara Kementerian Pertahan (Kemhan), Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa kabar The Group of States against Corruption (GRECO) dari Uni Eropa yang diklaim tengah melakukan penyelidikan terhadap Prabowo Subianto adalah berita hoaks dan fitnah.

Keterangan Dahnil itu terkait dengan isu tentang dugaan dimulainya penyelidikan dewan anti-korupsi Uni Eropa itu terhadap Prabowo berkaitan dengan pembelian pesawat Mirage 2000-5 dari Qatar.

“Pertama, jelas ini adalah hoaks dan fitnah, kenapa objek fitnah? Ada tiga hal,” kata Dahnil di Fairmont Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (10/2) malam.

Dahnil pun menjelaskan tiga hal tersebut. Pertama, katanya tidak ada pembelian terkait dengan pesawat Mirage, karena itu sudah dibatalkan. Sebelumnya Kemenhan sempat menganggarkan anggaran untuk membeli 12 unit Mirage 2000-5, tetapi batal.

“Hal pertama adalah tidak ada pembelian pesawat mirage even itu direncanakan, namun sudah dibatalkan. Jadi tidak ada pembelian pesawat mirage, dan artinya tidak ada kontrak yang efektif di Kemhan terkait dengan pembelian mirage. Jadi secara konten semua yang disampaikan di berita hoaks tersebut itu jelas adalah fitnah,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani, mengatakan kabar yang beredar lainnya adalah GRECO meminta bantuan asistensi Pemerintah AS terkait masalah itu.

Namun, kata dia, hal itu tak pernah ada karena dirinya mengecek isu itu ke perwakilan RI di Washington, AS maupun Kedubes AS di Indonesia.

“Tidak ada permintaan dari pihak yang namanya GRECO dalam rangka yang dituduhkan,” kata Rosan.

Oleh karena itu, katanya, hal itu menambah bukti bahwa informasi soal GRECO itu palsu dan hoaks. Dia meyakini informasi yang beredar itu untuk menyudutkan Prabowo.

Hasil Penelusuran

Dahnil membeberkan hasil penelusuran timnya terkait dengan pemberitaan tersebut. Secara teknis, pemberitaan tersebut muncul dari salah satu situs MSN.

“Konten MSN ini kontennya agregator Microsoft, dan dia mengambil dari Meta Nex, sedangkan kalau kemudian diambil, dicek ke Meta Nex, berita itu tidak ada sama sekali,” kata Dahnil.

Dahnil mengatakan konten hoaks itu diciptakan oleh pihak-pihak yang ingin menjatuhkan pasangan Prabowo-Gibran jelang hari pemungutan suara.

“Jadi sumber dari berita ini kan muncul dari salah satu kami menyebutnya situs MSN, konten MSN ini kontennya agregator Microsoft, dan dia mengambil dari Meta Nex, sedangkan kalau kemudian diambil, dicek ke Meta Nex, berita itu tidak ada sama sekali,” ujarnya.

“Dari sisi teknis jelas ini juga sengaja diciptakan oleh orang-orang tertentu untuk menebar fitnah bagi Pak Prabowo dan Mas Gibran terkait dengan pemilihan yang akan dilakukan beberapa hari ke depan,” sambungnya.

Lebih lanjut, Dahnil menjelaskan, Kemenhan tidak pernah ada kontrak pembelian efektif untuk pengadaan jet tempur tersebut karena alasan fiskal.

“Keterbatasan atau kemarin kita menggunakan istilah kapasitas fiskal kita belum bisa meng-cover terkait dengan belanja Mirage tersebut,” ucapnya.

Konfirmasi ke Pihak AS

Ketua TKN Prabowo-Gibran, Rosan Roeslani, juga turut buka suara. Dia menelusuri informasi dalam pemberitaan soal GRECO yang meminta asistensi kepada pemerintah Amerika melalui Departemen of State atau Kemlu Amerika. Menurutnya, permintaan itu tidak ada.

“Saya berinisiatif mengecek langsung, saya mengecek langsung, saya menelepon kepada Departemen of State Indonesia Desk, dan saya menanyakan kebenaran dari berita ini, saya kirim linknya ke mereka dan saya tanyakan apakah benar,” kata Rosan.

“Kemudian mereka melakukan pengecekan dan kembali ke saya berapa jam kemudian dan mengatakan tidak pernah ada permintaan dari pihak yang namanya GRECO mengenai hal asistensi ataupun meminta kerja sama pemerintah Amerika Serikat dalam rangka hal yang dituduhkan mengenai pembelian mirage itu,” sambungnya.

Rosan menegaskan tidak ada sama sekali permintaan kepada pihak Amerika Serikat tersebut.

“Saya cek langsung baik yang di Washington DC maupun di Duta Besar Amerika Indonesia tidak pernah ada permintaan itu sama sekali. Jadi ini juga menambah bukti-bukti bahwa kita itu adalah berita yang palsu berita hoaks, berita yang tidak benar yang sifatnya memang suatu hal yang sangat keju untuk menyudutkan Pak Prabowo dalam hal ini,” pungkasnya. [AH/Red]