Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Pelantikan Menkominfo Baru, Jokowi: Rampungkan Proyek BTS

Pelantikan Menkominfo Baru, Jokowi: Rampungkan Proyek BTS

3 min read

JAKARTA, Mediasuarapublik – Presiden Joko Widodo telah resmi melantik Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. Usai pelantikan, Jokowi langsung memerintahkan Budi merampungkan proyek Base Transceiver Station (BTS).

Jokowi mengatakan proyek ini harus jalan karena menyangkut pelayanan masyarakat di daerah tertinggal. Ia juga tak ingin kasus hukum menghambat penyelesaian BTS.

“Ini merupakan tugas berat,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (17/7).

Tugas kedua adalah merespons kecepatan perubahan dalam dunia teknologi informasi. Makanya Jokowi juga menunjuk Nezar Patria sebagai Wakil Menkominfo.

“Pak Nezar pengalaman di media, pernah menjadi Pemimpin Redaksi Jakarta Post, Dewan Pers, di BUMN,” kata Jokowi.

Jokowi juga akan membekali Budi dan Nezar dengan Satuan Tugas khusus. Satgas tersebut akan membantu penyelesaian masalah terkait teknologi informasi.

Meski demikian, Jokowi belum memberitahu siapa sosok yang akan memimpin Satgas. “Masih dibicarakan dengan Menteri dan Wamen,” ujarnya.

Sepak Terjang Budi Arie

Sebelum menjabat sebagai menteri kominfo, Budi sebelumnya sudah duduk di kabinet Jokowi – Ma’ruf Amin. Budi sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Desa Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) sejak 25 Oktober 2019.

Sejak Joko Widodo menjabat sebagai Presiden, nama Budi Arie sudah sering muncul di publik. Ia merupakan aktivis sosial, politikus, dan pengusaha yang menjadi ketua relawan Projo. Projo merupakan jaringan relawan pendukung Jokowi yang telah aktif sejak Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta. 

Budi Arie merupakan alumni Universitas Indonesia yang lahir pada 20 April 1969. Saat di bangku kuliah ia pernah menjabat Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FISIP UI 1994 dan Presidium Senat Mahasiswa UI 1994-1995. Ia juga aktif mendirikan Forum Studi Mahasiswa dan Kelompok Pembela Mahasiswa (KPM) UI.

Tidak hanya di organisasi eksekutif kampus, semasa kuliah Budi Arie juga aktif di pers kampus. Ia pernah menjabat redaktur pelaksana di Majalah Suara Mahasiswa UI pada 1993-1994. Budi tercatat menjadi Ketua ILUNI UI Jakarta pada 1998-2001. Dalam karir profesional ia pernah mengelola Media Indonesia dan turut dalam pengembangan media ekonomi Kontan. 

Sebagai politikus ia pernah tercatat sebagai pengurus di Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DKI Jakarta. Aktivitas di PDIP ini pula yang membuat ia bersama sejumlah aktivis mendirikan Projo pada 2013 untuk mendukung Jokowi di Pilkada DKI Jakarta. 

Melalui Projo ia menginisiasi dukungan kepada Jokowi maju di pemilihan presiden 2014 dan berlanjut pada pemilihan presiden 2019. Kini Jokowi melantik Budi Arie mengisi jabatan Menkominfo yang ditinggalkan Johnny G Plate karena tersandung kasus korupsi proyek Base Transceiver Station dan BAKTI Kominfo. Saat ini Johnny telah menjalani proses persidangan. Posisi Menkominfo sebelumnya diisi oleh Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Mahfud MD sebelum terpilih Menkominfo Definitif. 

Untuk informasi, Presiden Jokowi juga melantik sejumlah nama selain Budi Arie di Menteri Kominfo, mereka adalah Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Mansury yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara. Posisi Budi di Kemendes digantikan oleh Paiman Raharjo.  Adapun di Kementerian Komunikasi dan Informatika, Budi akan didampingi oleh Nezar Partia yang didapuk menjadi Wakil Menkominfo. 

Posisi Wakil Menteri BUMN yang sebelumnya dijabat oleh Pahala digantikan oleh Roslan Roeslani. Mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia ini sebelumnya merupakan Duta Besar Indonesia di Amerika Serikat. Selanjutnya Jokowi juga melantik politikus Partai Persatuan Pembangunan Saiful Rahmat sebagai Wakil Menteri Agama. [AH]