Ekspor Tambang Ilegal Bikin Penerimaan Negara Berkurang
2 min read
JAKARTA, Mediasuarapublik – Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengakui ekspor ilegal atas sejumlah komoditas tambang masih terus terjadi, mulai dari timah, bauksit, hingga batu bara. Pengakuan ini disampaikan Jokowi di tengah upayanya melarang ekspor berbagai komoditas ekspor tersebut.
“Kalau ekspor ilegal misalnya, timah itu masih berjalan, bauksit masih ada, batu bara masih ada, sehingga penerimaan negara menjadi sangat berkurang,” kata Jokowi usai menghadiri rapat pimpinan TNI dan Polri di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu, 8 Februari 2022.
Jika ekspor ilegal maupun tambang ilegal ini masih terus berjalan, kata Jokowi, maka proses hilirisasi dan industrialisasi dipastikan menjadi terganggu. Jokowi meminta TNI dan Polri menindaknya, karena jadi tugas mereka. “Saya kira sudah ngerti apa yang dilakukan, tak perlu saya jelaskan,” kata dia.
Jokowi mencontohkan ekspor ilegal timah, bauksit, dan batu bara. Menurutnya, pendapatan negara bisa sangat berkurang karena ekspor ilegal tersebut. Dia meyakini TNI-Polri sudah tahu tugas mengenai hal ini. Ia berharap kedua lembaga bisa mencegah ekspor dan tambang ilegal terus berlanjut.
“Itulah tugas TNI-Polri. Kalau di laut ya polisi air, Bakamla, TNI AL, misalnya,” ucap Jokowi.
Tambang ilegal sempat menjadi sorotan publik karena keterlibatan sejumlah personel Polri. Salah satunya dalam kasus Ismail Bolong Cs. Ismail adalah mantan polisi yang pernah bertugas di Polres Samarinda, Kalimantan Timur. Dia menyebut pernah menyetor sejumlah uang ke petinggi Polri terkait tambang ilegal.
Dia menyebut pernah memberi uang ke mantan Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto. Setelah viral, Ismail meralat pernyataan dengan mengaku sedang di bawah tekanan Hendra Kurniawan yang kala itu masih Karo Paminal Propam Polri.
Kasus Ismail sedang ditangani Kejaksaan Agung. Kejagung sempat mengembalikan berkas kasus ini ke kepolisian karena belum lengkap. [Red]
