Respon Sri Mulyani Soal Anggaran Kemiskinan Habis Untuk Rapat di Hotel
2 min read
JAKARTA, Mediasuarapublik – Menteri Keuangan Sri Mulyani merespon soal kejengkelan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas yang menyebut anggaran kemiskinan sebesar Rp. 460 Triliun habis untuk rapat dan seminar di hotel.
Sri Mulyani dengan tegas membantah tentang hal itu, ia juga mengatakan anggaran kemiskinan itu diberikan kepada masyarakat miskin dan itu tertarget melalui program-program yang langsung dirasakan oleh mereka.
“Seperti ini ya kalau anggaran bansos, program-program untuk mendukung pengurangan kemiskinan tahun lalu Rp 460 triliun itu, sebagian besar adalah program yang langsung diterima kelompok miskin,” terangnya kepada wartawan, Selasa (31/1/2023).
“Umpanya dalam bentuk Program Keluarga Harapan (PKH), nggak ada seminar-seminar, wong sudah ada by name by address by account number jumlah penerima sembakonya,” jelasnya lagi.
“Juga yang dilakukan oleh Ibu Mensos membuat pahlawan ekonomi nusantara, pemberian makanan, dukungan untuk lansia yang kurang mampu itu semua langsung dilakukan.”
Ia berpendapat mungkin yang dimaksud oleh Azwar Anas merupakan dana belanja barang kementerian lembaga (K/L) secara umum yang biasanya digelontorkan untuk perjalanan dinas, seminar dan rapat-rapat. Namun, tegasnya, pihaknya sudah meminta K/L untuk menurunkan anggaran untuk kegiatan-kegiatan tersebut.
“Jadi mungkin maksudnya di dalam belanja barang secara umum dari kementerian lembaga,” tambahnya.
“Memang item seperti yang dulu yang sering disampaikan dari jaman kabinet sebelumnya perjalanan dinas. Kemudian seminar, meeting itu minta kita turunkan dan itu sudah kita coba untuk terus turunkan,” ujarnya lagi.
Sebelumnya, Azwar Anas mengungkapkan kejengkelannya terhadap program-program penanganan kemiskinan yang selama ini tidak sesuai dengan kebutuhan percepatan pengurangan angka kemiskinan di Indonesia. Akibatnya anggaran yang disediakan hanya habis begitu saja tanpa ada dampak yang jelas.
“Jangan sampai seperti kemarin saya sudah lapor ke Pak Presiden (Joko Widodo/Jokowi) hampir Rp 500 triliun anggaran kita untuk anggaran kemiskinan yang tersebar di kementerian dan lembaga tapi ini tidak inline dengan target prioritas Pak Presiden karena K/L sibuk dengan urusan masing-masing,” ujar Anas dalam acara sosialisasi di Hotel Grand Sahid Jaya seperti dikutip Sabtu (28/1/2023). [AH]
