Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » PPKM Telah Dicabut, Bagaimana Nasib Aplikasi PeduliLindungi?

PPKM Telah Dicabut, Bagaimana Nasib Aplikasi PeduliLindungi?

2 min read

JAKARTA, Mediasuarapublik – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) telah dihentikan oleh pemerintah sejak Jumat (30/12/2022). Tapi bagaimana dengan kelanjutan Aplikasi PeduliLindungi?

Kementerian Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwasanya nasib Aplikasi PeduliLindungi bakal terus digunakan, karena dari pemerintah sudah menyiapkan strategi integrasi satu data.

“Di mana data ini akan masuk menjadi satu data, data kesehatan, data keuangan, data sosial, data sumber daya alam. Kami adalah subsektornya, kami bikin sistem Satu Sehat,” jelasnya.

Sehingga semua fasilitas seperti puskesmas, klinik, apotek, hingga laboratorium harus mengintegrasikan datanya di program Satu Sehat. Termasuk Peduli Lindungi yang akan digunakan sistemnya pada program itu.

“Nanti PeduliLindungi akan kita transformasikan ke platform Satu Sehat, di mana teman-teman yang sudah punya bisa download dan pakai. Cuma fungsinya tidak hanya untuk vaksin dan scanning saja, tapi bisa tahu imunisasi anak kita apa saja, misalnya cek darah di laboratorium contohnya Prodia bisa masuk datanya ke situ,” kata Budi Gunadi.

Bahkan ketika general check up datanya bisa masuk dalam program itu, termasuk data rekam seperti CT Scan, MRI, resep obat hingga kegiatan masyarakat.

“Kalau kita pakai Apple Watch atau Samsung Watch masuk sehingga terintegrasi dan menjadi milik individu,” katanya.

Nantinya sistem Satu Sehat ini bisa dimiliki masyarakat dan bisa ditunjukkan ke dokter. Tujuannya supaya jelas rekap kesehatan per individu beberapa tahun terakhir.

“Check up ada (sakit) ususnya karena suka sakit perut, suka beli obat sakit perut, jadi dokternya akan jauh lebih cepat tahu. Ini juga nanti bisa digunakan pemda oleh dinas kesehatan untuk memahami population health juga, sehingga intervensi lebih pas,” tuturnya.

Nantinya sistem satu sehat ditargetkan rampung dan sudah terintegrasi pada akhir 2023, sehingga pada 2024 bisa dimanfaatkan. [AH]