Kebakaran Kapal Cantika Express 77 di NTT Menewaskan 14 Orang
2 min read
NTT, Mediasuarapublik – Terdapat 14 orang meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi pada kapal Cantika Express 77 dalam perjalanan dari perairan Kupang-Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Senin (24/10/2022).
Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang melaporkan “Sampai dengan saat ini jumlah korban kapal terbakar sudah menjadi 14 orang dan tadi tujuh korban meninggal sudah dibawa ke Kota Kupang,” jelas Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, I Putu Sudayana di Kupang, Provinsi NTT, Selasa (25/10/2022) dini hari WITA.
Berdasarkan kronologi dari Kepolisian, KM Express Cantika 77 berangkat dari Pelabuhan Tenau Kupang pada Senin pukul 11.00 WITA menuju ke Kalabahi, Kabupaten Alor.
“Pukul 11.00 WITA KM Express Cantika 77 tujuan Kupang-Alor berangkat meninggalkan Pelabuhan Tenau Kupang menuju Alor,” ujar Kapolres Kupang AKBP FX Irwan Arianto dalam keterangan pers.
Irwan menuturkan kapal tersebut membawa 177 penumpang yang terdiri dari 167 penumpang umum dengan 10 anak buah kapal (ABK).
Setelah berlayar lebih dari dua jam atau sekitar pukul 13.40 WITA, penumpang kapal melihat adanya kepulan asap dari bagian belakang kapal diikuti dengan api.
“Sekitar Pukul 13.40 WITA bertempat di Perairan Naikliu dengan titik koordinat 9•27’43.5″S 123•46’20.90, KM Express Cantika 77 tujuan Kupang-Alor mengalami kebakaran,” ujar Irwan.
Ratusan penumpang pun panik dan ramai-ramai keluar dari dalam badan kapal. Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang mendapatkan informasi soal kebakaran kapal pada pukul 13.45 WITA.
Mendengar adanya peristiwa kebakaran pada kapal tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang mengirim 10 orang personel menggunakan Right Infathble Boat (RIB).
Selain itu, juga diberangkatkan Kapal KN Antareja 233 Kupang pada pukul 13.55 WITA untuk memulai operasi pencarian dan pertolongan atau operasi SAR.
Pada pukul 20.00 WITA, sebanyak 240 orang penumpang kapal berhasil dievakuasi. Dari 240 orang penumpang tersebut, 14 orang meninggal dunia dan 226 orang selamat.
Proses evakuasi juga dilakukan oleh beberapa kapal milik Bahari Express, Express Cantika 99, dan KN Antareja milik Basarnas Kupang.
Kapal Bahari Expres mengantar 18 penumpang selamat. Kemudian KN Antareja mengangkut 97 penumpang yang terdiri dari tujuh korban meninggal dan 90 orang selamat.
Sementara kapal Express Cantika 99 membawa 115 penumpang selamat dan tujuh jenazah korban meninggal.
Dilansir dari VOA Indonesia, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kupang, Nusa Tenggara Timur, I Putu Sudayana mengatakan, jumlah yang sudah dievakuasi mencapai 291 orang dengan rincian 277 orang selamat dan 14 orang meninggal.
“Jadi untuk jumlah penumpang yang sudah kita evakuasi itu berjumlah 291 orang dengan rincian 277 selamat, 14 orang meninggal,” kata I Putu Sudayana
Menurut Sudayana, pihaknya tidak dapat menduga dan memastikan apakah masih terdapat korban lain yang belum ditemukan, mengingat jumlah yang berhasil dievakuasi pada hari itu ternyata jauh lebih besar daripada laporan awal, yaitu sebanyak 177 orang di atas kapal, yang terdiri dari 167 penumpang dan 10 anak buah kapal (ABK).
“Manifes awal saja itu kan 167 penumpang, krunya 10. Nah ini kenyataan kami evakuasi sudah 291, sudah jauh dari manifes itu,” jelas I Putu Sudayana. Berdasarkan data tersebut, yang seharusnya manifes kapal seharusnya berjumlah 177 Penumpang termasuk ABK, akan tetapi korban yang telah dievakuasi mencapai 291 orang. Maka dari itu, ada dugaan kapal tersebut kelebihan muatan hingga 114 penumpang saat melakukan perjalanan sebelum kejadian kebakaran tersebut. (AH/FM)
