Unjuk Rasa Buruh di DPR RI, Ancam Mogok Hingga Bersuara di Medsos
3 min read
JAKARTA, Mediasuarapublik –Ribuan buruh menggelar aksi unjuk rasa kenaikan harga BBM di depan gedung DPR RI, Selasa (6/9/22). Sebelum menggelar aksi tersebut mereka sebelumnya melakukan long march dari kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Menurut informasi yang didapat, massa tiba di depan gedung DPR RI sekitar pukul 10.40 WIB bersama dengan dua mobil komando yang mengiringi.
Para massa tersebut juga membawa bendera serikat buruh masing-masing. Mereka juga memasang spanduk berukuran besar yang berisi tuntutan dari demo.
Terlihat di antara kerumunan massa, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang merupakan Presiden Partai Buruh, Said Iqbal.
Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan, buruh akan melakukan mogok nasional pada November atau Desember mendatang jika tuntutan mereka terkait kenaikan harga BBM tidak diindahkan Presiden Jokowi.
“Ke depan kami memutuskan November atau Desember 2022 akan melakukan mogok nasional. Stop produksi, perlawanan total pada ketidakadilan,” katanya.
Selain itu, Said juga mngungkapkan, jika aksi penolakan kenaikan harga BBM ini akan terus dilakukan sampai tuntutan mereka didengar. Tak hanya di Jakarta, dirinya mengatakan aksi penolakan semacam ini juga sedang dilakukan serikat pekerja di seluruh Indonesia di gedung gubernur daerahnya masing-masing.
“Kami akan melakukan aksi sampai dengan Desember 2022. Aksi akan lanjut terus menerus hingga pemerintah menurunkan harga BBM. Kita pernah memang, kami berkeyakinan bahwa bapak Presiden Jokowi akan mendengar suara rakyat di samping suara elite. Para partai politik dan elite-elite menteri yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat, tapi lebih berpihak pada kepentingan anggaran,” terangnya.
Said berkeyakinan, dengan aksi penolakan yang masif, suara rakyat kecil bakal sampai di telinga Presiden Jokowi.
“Kita terlalu banyak diam, sekarang tidak aka diam dan bergerak. Pasti Presiden Republik Indonesia akan mendengar suara kita karena kitalah sesungguhnya pemilik negeri ini, rakyat kecil,” tandasnya.
Tak hanya itu, Said Iqbal juga mengajak rakyat kecil, termasuk generasi muda dan netizen melakukan perlawanan lewat media sosial dalam menolak kenaikan harga BBM.
Menurut Said, mereka semua memiliki peranan penting dalam menentukan arah kebijakan pemerintah. Terlebih, kenaikan harga BBM ini juga berdampak langsung pada tiap lini kehidupan.
“Kami mengumumkan secara terbuka kepada seluruh rakyat Indonesia wabilkhusus para netizen yang bermain sosial media, para anak muda milenial dan Gen Z. Masa depanmu sedang terancam karena harga-harga barang membuat ibu bapakmu menjadi susah,” tegasnya.
Menurutnya, Biaya sekolah akan menjadi tinggi, biaya makanan akan melambung tinggi. Biaya transportasi tak terkejar lagi dan semua akan mengalami kesulitan. Ongkos transportasi akan naik, harga-harga sewa rumah sebagai masyarakat urban juga demikian.
Dirinya menyerukan perlawanan melalui sosial media dengan harapan suara mereka bisa terdengar oleh Presiden Jokowi. “Keterlibatan semua elemen masyarakat, menjadi sangat penting agar pemerintah tidak semena-mena lagi dalam membuat kebijakan,” ujarnya.
“Kalau kita diam, kamu semua diam, netizen pada diam maka ketidakadilan akan terus berlangsung karena presiden harus mendengar suara orang kecil, presiden haru mendengar suara di samping para elite. Kali ini kita nggak boleh kalah, karena kita ingin mengambil apa yang menjadi hak konstitusi rakyat,” pungkasnya.
Bubarkan Diri
Massa buruh yang menggelar demo di depan depan Gedung DPR/MPR RI akhirnya membubarkan diri. Unjuk rasa ini berlangsung sejak pukul 10.40 WIB pagi tadi.
massa mulai bubar sekitar pukul 14.30 WIB. Mereka membubarkan diri dengan tertib setelah orasi yang disampaikan oleh Presiden KSPI, Said Iqbal.
Situasi lalu lintas mulai lancar. Sebelumnya kendaraan hanya dapat melintas di jalur Transjakarta, kini kendaraan sudah mulai bisa melintasi Jalan Gatot Subroto. Spanduk-spanduk yang berisi tuntutan mereka juga sudah diturunkan.
Mereka meninggalkan lokasi demo dengan diiringi mobil komando dari daerah masing-masing. [AH/Yar]
