Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Kades Sewor Diduga Selewengkan Dana Proyek Desa

Kades Sewor Diduga Selewengkan Dana Proyek Desa

3 min read

Lamongan – mediasuarapublik.com

Program pemerintah dalam pemerataan pembangunan desa untuk menciptakan desa mandiri  masih saja belum tepat sasaran. Program pembangunan desa  salah satunya bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ), Program tersebut  diberikan kepada setiap desa melalui Realisasi Pendapatan desa, salah satu nya adalah Dana Desa ( DD ).

Akan tetapi pelaksanaan pembangunan desa itu tidak sedikit disalah gunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab guna mencari keuntungan pribadi. Salah satunya terjadi di Desa Sewor Kecamatan Sukorame Kabupaten Lamongan.

Menindaklanjuti pengaduan dari salah satu warga Desa Sewor yang tidak mau  disebutkan namanya kepada wartawan Media Suara Publik, ”Mas wartawan tolong Desa saya Sewor didatangi perangkatnya, karena saya melihat untuk pembangunan desa tahun 2021 kemarin kok kegiatannya tidak maksimal. Apalagi di kegiatan proyek saya sebagai warga tidak melihat berapa anggarannya,” ujar warga.

Guna mempertegas pengaduan warga, Timsus Media Suara Publik pun mendatangi Kantor Desa Sewor untuk mendapatkan informasi. Di Kantor desa Timsus pun tidak melihat adanya papan APBDes baik Tahun 2021 dan Tahun 2022, Timsus pun menanyakan kepada salah satu perangkat desa yang kebetulan berada di Kantor Desa terkait papan informasi desa APBDes.

“Untuk papan APBDes yang Tahun 2021 sudah dilepas pak,dan kalau untuk papan APBDes tahun 2022 sudah di pesankan sebelum lebaran kemarin,tetapi karena percetakan hari  libur lebaran sampai dengan sekarang  belum jadi” Jawab salah satu perangkat.

Selanjutnya Timsus menanyakan terkait bentuk realisasi  kegiatan Desa Sewor Tahun 2021 yang berupa fisik bangunan, ”Kalau untuk kegiatan sampean bisa tanya langsung ke Tim Pelaksaana ( Timlak ) nama nya Pak Dimo selaku juga Bayan ( Kepala Urusan Perencanaan ),” lanjutnya.

Timsus pun mendatangi  rumah Timlak guna mendapat informasi lebih jelas. Ditemui oleh Dimo selaku ( Timlak ), Timsus pun menanyakan tentang kegiatan fisik Tahun 2021 yang dikerjakan oleh Desa Sewor. “Kalau untuk kegiatan yang saya kerjakan Tahun 2021 kemarin ada empat mas yang anggaran dari DD. Proyeknya pembangunan jembatan dengan anggaran 110 Jt, Pedelisasi dan pembangunan Tembok Penahan Tanah ( TPT ) jalan ke makam dengan lebar dua meter dan panjangnya 150 meter dua sisi anggaran kurang lebih 100 Jt, TPT di Dusun Sewor  kiri kanan jalan perbatasan Sukorame anggarannya 175 Juta dan pembangunan Poskesdes di sebelah Kantor Desa anggarannya 200 Juta,” Jawab Dimo.

Timsus pun menanyakan untuk proyek fisik apa ada papan atau prasati nya “Dulu sudah di foto mas dan ada papan-papannya  tetapi sekarang sudah dilepas karena dibuat dari banner dan kayu saja. Selanjutnya Timsus menanyakan selain dari DD proyek yang dikerjakan lain yang dikerjakan Timlak apa saja, “Untuk kegiatan lain ada rabat beton tapi  anggaran nya dari Bantuan Keuangan Khusus Kepada Desa ( BKKPD ),” Jelasnya.

Selanjutnya Timsus pun menanyakan tentang penggunaan anggaran dalam kegiatan tersebut kepada Timlak“Saya hanya pelaksana kegiatan mas,untuk keuangan semua di pegang  pak Kades.” Ungkapnya.

“Untuk Bendahara hanya selaku pencairan anggaran saja ,kalau keuangan di pak Kades” tambahnya.

Dari hasil konfirmasi dengan Timlak dirumahnya, Timsus pun melihat beberapa proyek yang sudah selesai dikerjakan yaitu pengerjaan pedelisasi dan pembangunan TPT di jalan makam dan jembatan.

Dilokasi proyek Timsus melihat jika material untuk proyek sesuai yang di sebutkan Timlak dengan anggaran kurang lebih Rp.100.000.000,- sangat tidak mungkin. Dikarenakan dalam proyek tersebut hanya menggunakan batu kumbung dari wilayah Tuban. Sesuai dengan Volume pekerjaan dilapangan,pembangunan TPT dengan panjang 150 meter dua sisi bila dihitung hanya membutuhkan material batu kumbung kurang lebih 1.200 buah dan harga belinya tidak sampai 12 Juta sedangkan untuk kebutuhan semennya  juga tidak sampai 350 sak. Jadi kalo dihitung untuk pembelian batu kumbung sebesar 12 Juta dan semen 21 Juta , anggaran proyek tersebut  kurang  lebih  butuh anggaran hanya  31 Juta. Untuk biaya pekerja bila dikerjakan dalam waktu satu bulan  hanya sebesar 15 Juta. Jadi totalnya anggaran hanya 46 Juta saja, yang belum dihitung material pasir, batu dan papan kayu.

Timsus pun juga melihat lokasi realisasi proyek rabat beton  di Dusun Sewor yang anggarannya dari BKKPD tahun 2021 dan ada prasastinya.

Berdasarkan pengaduan warga dan dari pengamatan Timsus dilapangan diduga kuat adanya pekerjaan yang tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya dengan  realisasi dalam pengerjaannya.

Hal tersebut bisa di buktikan dengan tidak dipasangnya papan kegiatan atau prasasti yang bersumber dari anggaran DD,tetapi yang dari BKKPD di pasang.

Sangat di sayangkan dari program pemerintah guna mendukung peningkatan desa dan dikerjakan sendiri oleh desa justru di gunakan oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi. ( Timsus )