Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Jelang Ramadhan Dipastikan Stok Migor Cukup, Kapolrestabes Surabaya : Masyarakat Agar Membeli Sesuai Kebutuhan

Jelang Ramadhan Dipastikan Stok Migor Cukup, Kapolrestabes Surabaya : Masyarakat Agar Membeli Sesuai Kebutuhan

3 min read

Surabaya – mediasuarapublik.com

Memastikan ketersediaan minyak goreng (migor) dan harga kebutuhan pokok lainya di pasar modern hingga tradisional Kota Surabaya aman, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan bersama anggota turun lapangan, Selasa (22/3) pagi.

Selain blusukan ke Pasar Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya,pihaknya juga mendatangi satu persatu toko dan menanyakan stok migor dan bahan pokok pangan lainnya.

“Ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok dan harga kebutuhan pangan jelang bulan Ramadhan nanti aman,”kata Kombes Pol Akhmad Yusep.

Hasil pengecekan, empat pemilik toko yang didatangi mengaku stok sudah mulai banyak.

“Stok minyak goreng sudah cukup, toko milik Bu Ria ini sudah mendapat kiriman 200 dus minyak goreng,” kata Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan saat sidak di sebuah Toko di Surabaya.

Toko milik Ria ini menjual minyak goreng kemasan dua liter dengan harga Rp 47 ribu. Harga tersebut hanya untuk membernya saja.

Ia menggunakan sistem member untuk mengantisipasi pembelian dalam jumlah banyak yang berujung penimbunan.

“Untuk di pasar ini hanya ada dua merek minyak goreng kemasan. Harga tiap toko sama Rp 47 ribu. Pemilik toko juga mengatakan pembelian mulai normal tidak seperti sebelumnya,”jelas Kombes Yosep.

Selain mengecek ketersediaan dan harga minyak goreng, pihaknya juga mengecek harga bahan kebutuhan pokok lainnya.

Kapolrestabes Surabaya mengecek langsung stok dan harga beras, bumbu, hingga ayam potong. Tidak ada kendala baik dalam hal stok maupun harganya.

“Kami harap masyarakat membeli sesuai kebutuhan saja. Kami juga kerahkan Kabag Ops hingga Kasatreskrim untuk cek harga di pasar lain,”tegas Kombes Yusep.

Sementara itu, pemilik toko Ria mengatakan, ia sempat mengalami kekurangan stok minyak goreng seminggu yang lalu.

Jika normalnya ia mendapat pasokan ratusan kardus minyak goreng kemasan, minggu lalu hanya mendapat 15-20 dus saja. Sementara pembelian terus meningkat.

“Sekarang sudah banyak dan pembelian mulai normal kembali,”tutur Ria. (**19/hms)

Memastikan ketersediaan minyak goreng (migor) dan harga kebutuhan pokok lainya di pasar modern hingga tradisional Kota Surabaya aman, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan bersama anggota turun lapangan, Selasa (22/3) pagi.

Selain blusukan ke Pasar Tembok Dukuh, Bubutan, Surabaya,pihaknya juga mendatangi satu persatu toko dan menanyakan stok migor dan bahan pokok pangan lainnya.

“Ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok dan harga kebutuhan pangan jelang bulan Ramadhan nanti aman,”kata Kombes Pol Akhmad Yusep.

Hasil pengecekan, empat pemilik toko yang didatangi mengaku stok sudah mulai banyak.

“Stok minyak goreng sudah cukup, toko milik Bu Ria ini sudah mendapat kiriman 200 dus minyak goreng,” kata Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan saat sidak di sebuah Toko di Surabaya.

Toko milik Ria ini menjual minyak goreng kemasan dua liter dengan harga Rp 47 ribu. Harga tersebut hanya untuk membernya saja.

Ia menggunakan sistem member untuk mengantisipasi pembelian dalam jumlah banyak yang berujung penimbunan.

“Untuk di pasar ini hanya ada dua merek minyak goreng kemasan. Harga tiap toko sama Rp 47 ribu. Pemilik toko juga mengatakan pembelian mulai normal tidak seperti sebelumnya,”jelas Kombes Yosep.

Selain mengecek ketersediaan dan harga minyak goreng, pihaknya juga mengecek harga bahan kebutuhan pokok lainnya.

Kapolrestabes Surabaya mengecek langsung stok dan harga beras, bumbu, hingga ayam potong. Tidak ada kendala baik dalam hal stok maupun harganya.

“Kami harap masyarakat membeli sesuai kebutuhan saja. Kami juga kerahkan Kabag Ops hingga Kasatreskrim untuk cek harga di pasar lain,”tegas Kombes Yusep.

Sementara itu, pemilik toko Ria mengatakan, ia sempat mengalami kekurangan stok minyak goreng seminggu yang lalu.

Jika normalnya ia mendapat pasokan ratusan kardus minyak goreng kemasan, minggu lalu hanya mendapat 15-20 dus saja. Sementara pembelian terus meningkat.

“Sekarang sudah banyak dan pembelian mulai normal kembali,”tutur Ria. (**19/hms)