Usai Terpilih, Elim Bidik Pencairan Hibah dan Persiapan Porprov
BLITAR KOTA, Mediasuarapublik – Wakil Wali Kota Blitar Elim Tyu Samba resmi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar periode 2026-2030 melalui Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musyorkotlub), Selasa (22/9/2026).
Dalam pemilihan yang berlangsung di Gedung Kusumo Wicitro tersebut, Elim memperoleh 24 suara, mengungguli Kepala Inspektorat Daerah Kota Blitar Ratih Dewi Indarti yang meraih 20 suara. Hasil tersebut memastikan Elim menjadi ketua definitif KONI Kota Blitar.
Terpilihnya Elim langsung dihadapkan pada sejumlah pekerjaan rumah. Salah satunya terkait pencairan dana hibah KONI senilai Rp2,8 miliar yang sebelumnya tertunda, serta kepastian penggunaan gedung sekretariat KONI di Jalan Cokroaminoto.
Elim berharap terpilihnya dirinya dapat menjadi momentum untuk membuka kembali komunikasi dengan Pemerintah Kota Blitar, termasuk membahas persoalan anggaran dan fasilitas organisasi.
“Tentu saja kami perlu komunikasi dengan pemerintah daerah untuk masalah itu. Karena per hari ini anggaran belum ada, sekretariat belum ada,” ujar Elim kepada awak media usai terpilih sebagai Ketua KONI Kota Blitar periode 2026-2030 pada Musyorkotlub di Gedung Kusumo Wicitro, Selasa (22/9/2026).
Mengenai dana hibah yang belum dicairkan, Elim berharap hubungan komunikasi dengan Pemkot Blitar dapat kembali berjalan dengan baik.
“Tentu saja kami akan menjalin komunikasi yang baik dan mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik untuk kita semua,” katanya tentang dana hibah sebesar Rp 2,8 miliar yang pencairannya tertunda selama beberapa bulan.
Sebelumnya, persoalan pencairan hibah dan penggunaan gedung sekretariat menjadi bagian dari dinamika antara KONI dan Pemkot Blitar. Pemkot sebelumnya menyatakan aspek legalitas kepengurusan menjadi salah satu hal yang perlu dibereskan sebelum proses hibah dapat dilanjutkan.
Berharap Hubungan dengan Wali Kota Membaik
Elim juga menyatakan akan membangun kembali komunikasi dengan Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau Mas Ibin. Hubungan keduanya sempat menjadi sorotan di tengah polemik yang berkembang terkait KONI dan dana hibah.
Menurut Elim, kepemimpinannya di KONI menjadi kesempatan untuk membuka lembaran baru dan memperbaiki komunikasi dengan pemerintah daerah.
“Tentu saja kami akan selalu memperbaiki komunikasi ya, tentu saja. Nah ini menjadi awal yang baru yang saya maksud tadi. Tentunya awal baru itu kami menginginkan yang baik,” tutur perempuan berusia 31 tahun itu.
Sebagai organisasi yang bergerak di bidang olahraga prestasi, Elim menyebut KONI akan tetap menempatkan Pemkot Blitar sebagai mitra strategis. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dinilai penting untuk memastikan program pembinaan atlet dapat berjalan.
“Tentu saja kami sebagai mitra strategis daripada Pemerintah Kota Blitar senantiasa ikut dengan apa yang diperkenankan Pemerintah Kota Blitar,” ungkapnya.
Dinamika kepengurusan KONI sebelumnya bermula setelah M Samanhudi Anwar yang terpilih sebagai Ketua KONI Kota Blitar menyatakan mengundurkan diri setelah pelantikan. Samanhudi kemudian menunjuk Elim yang saat itu menjabat Wakil Ketua KONI sebagai penggantinya.
Namun, untuk memastikan kepemimpinan organisasi berjalan definitif, KONI Kota Blitar kemudian menggelar Musyorkotlub. Elim yang sebelumnya menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas akhirnya kembali mengikuti proses pemilihan dan terpilih melalui forum tersebut.
Persiapan Porprov Dikebut
Selain persoalan internal organisasi dan anggaran, Elim kini menghadapi pekerjaan lain yang tidak kalah mendesak, yakni mempersiapkan atlet Kota Blitar menghadapi berbagai kejuaraan.
Salah satu agenda besar yang sudah berada di depan mata adalah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur tahun depan. Waktu persiapan yang tersisa membuat pengurus KONI harus segera bekerja.
“Sembilan bulan lagi Porprov. Kita tidak bisa santai. Ini tugas harus kita kebut dengan berbagai rintangan dan halangan yang kita hadapi tentu harus ‘survive’,” katanya.
Elim menegaskan pembenahan organisasi akan dilakukan bersamaan dengan persiapan atlet. Setelah proses pemilihan selesai, KONI perlu segera menyusun kepengurusan agar program pembinaan dapat berjalan lebih terarah.
Hasil Musyorkotlub tersebut sekaligus menandai babak baru bagi KONI Kota Blitar setelah melalui dinamika kepengurusan dan hubungan dengan pemerintah daerah dalam beberapa bulan terakhir.
Sejumlah laporan mengenai Musyorkotlub juga mencatat bahwa forum tersebut sempat berlangsung dinamis sebelum akhirnya pemungutan suara menghasilkan Elim sebagai ketua dengan keunggulan empat suara.
Kini, tantangan Elim bukan hanya memastikan roda organisasi berjalan, tetapi juga membangun kembali koordinasi dengan Pemkot Blitar dan memastikan program pembinaan atlet tidak kembali terganggu. [Andk/Red]
