Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Mahalnya Harga Beras Saat Ini Membuat Bulog Tidak Mampu Lagi Membeli

Mahalnya Harga Beras Saat Ini Membuat Bulog Tidak Mampu Lagi Membeli

2 min read

TULUNGAGUNG, Mediasuarapublik – Harga jual gabah kering ditingkat petani yang terlalu tinggi membuat Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Tulungagung hanya bisa menyerap 1000 ton gabah dari petani. Jumlah ini tidak bisa lagi digenjot, dengan harga rata-rata Rp 7.000 per kilogram gabah kering, Bulog tidak mampu lagi membeli.

“Tahun ini targetnya 1000 (serapan gabah petani) dan sudah tercapai 100 persen. Tapi dengan harga Rp 7000, sudah terlalu tinggi untuk Bulog,” jelas Wakil Pimpinan Bulog Cabang Tulungagung, Dwi Cahyo, Selasa (19/12).

Lanjutnya, seharusnya pada semester 2 tahun 2023 ada penyerapan lebih tinggi dari 1000 ton. Selain masalah harga, ada kendala karena terjadi anomali musim yang mengurangi produksi padi. Saat ini, Bulog Cabang Tulungagung masih mempunyai stok beras sebanyak 2000 ton.

“Stok yang tersimpan di gudang Tulungagung ada 1.000 ton. Tapi di seluruh Cabang Tulungagung, ada stok 2.000 ton,” papar Dwi.

Dengan kebutuhan 1.000 ton per bulan, maka stok yang ada cukup untuk 2 bulan. Namun, Bulog Tulungagung akan mendapat pasokan beras dari Vietnam untuk menggenapkan stok 4.000 ton.

Tambahan stok beras impor dari Vietnam juga dipakai untuk bantuan pangan Januari-Maret 2024. Sebelumnya, sejak September 2023 Bulog Cabang Tulungagung telah menerima beras impor lebih dari 7.000 ton.

“Kami memang minta untuk bantuan pangan dan operasi pasar di wilayah kerja kami, Tulungagung, Trenggalek, Kabupaten Blitar dan Kota Blitar,” pungkas Dwi.

Sementara, Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno menyalurkan bantuan beras cadangan pemerintah kepada 367 keluarga penerima manfaat (KPM). Tambahan stok beras impor dari Vietnam juga dipakai untuk bantuan pangan Januari-Maret 2024.

Sebelumnya, sejak September 2023 Bulog Cabang Tulungagung telah menerima beras impor lebih dari 7.000 ton.

“Kami memang minta untuk bantuan pangan dan operasi pasar di wilayah kerja kami, Tulungagung, Trenggalek, Kabupaten Blitar dan Kota Blitar,” pungkas Dwi.

Sementara, Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno menyalurkan bantuan beras cadangan pemerintah kepada 367 keluarga penerima manfaat (KPM).Ini adalah penyaluran bantuan pangan terakhir di tahun 2023, untuk total 91.603 KPM. Bantuan pangan terakhir di tahun 2023 ini mulai disalurkan sejak September 2023 lalu.

“Jadi semua beras cadangan yang ditugaskan Badan Pangan Nasional telah tersalurkan semuanya,” ujar Heru.

Bantuan pangan ini akan dilanjutkan di tahun 2024, dengan alokasi 10 kg per KPM. Menurut Heru, bantuan ini sangat membantu bagi keluarga yang kurang mampu.Mereka tidak perlu lagi bingung memikirkan beras untuk pangan, sementara uang pembelian beras bisa dialihkan untuk kebutuhan lain.

“Untuk beras, mereka bisa mengandalkan bantuan pemerintah. Uang untuk pembelian beras bisa untuk dipakai yang lain,” tandas Heru. [AM/MED]