Timnas Indonesia Melaju ke Final SEA Games, Harapan Besar Untuk Keluar Sebagai Juara
4 min read
Mediasuarapublik – Tim Nasional Sepak Bola Indonesia akan kembali berlaga di babak final SEA Games, hal tersebut menjadi Final Kelima kali Timnas Indonesia di Sea Games sejak juara. Harapan kembali datang untuk kembalinya medali emas cabang olahraga tersebut yang terakhir kali direbut Indonesia pada 1991 alias 32 tahun silam itu.
Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan dramatis 3-2 saat melawan juara bertahan timnas Vietnam pada babak semifinal SEA Games 2023 di Stadion Olimpiade, Phnom Penh, Sabtu (13/5/2023) petang WIB.
Ketiga gol kemenangan Timnas U22 Indonesia dicetak oleh Komang Teguh Trisnanda menit ke-10, Muhammad Ferrari menit ke-53, dan Muhammad Taufany menit ke-90+5. Adapun sepasang gol Vietnam tercipta berkat aksi Nguyen Van Tung menit ke-36 serta gol bunuh diri Bagas Kaffa menit ke-79.
Kedua gol yang mampu dicetak Indonesia tak lepas dari peran krusial Pratama Arhan. Nahasnya sang pemain harus keluar pada babak kedua karena akumulasi dua kartu kuning. Meski bermain dengan 10 pemain Merah Putih berhasil mengamankan kemenangan.
Memasuki interval kedua, tepatnya pada menit ke-54, Indonesia berhasil mengambil kembali keunggulan lewat tembakan mendatar gelandang Marselino Ferdinan.
Skema gol tersebut sama dengan gol pertama Garuda Muda. Berawal dari lemparan ke dalam Pratama Arhan yang ditepis kiper Vitenam, bola liar langsung disepak dengan mudah dari luar kotak penalti.
Namun sayang enam menit berselang kreator dari dua gol timnnas U-22 terpaksa meninggalkan lapangan lebih cepat.
Pratama Arhan mendapat kartu kuning kedua. Pemain Tokyo Verdy itu melakukan tekel keras kepada pemain Vietnam, yang membuat Indonesia harus bermain dengan 10 pemain.
Keunggulan jumlah pemain membuat Vietnam terus mengepung pertahanan Indonesia. Namun, penampilan impresif dan kerja sama untuk area belakang mampu menggagalkan serangan the Golden Warriors.
Setelah cooling break, Vietnam justru mampu mencetak gol penyeimbang pada menit ke-79 lewat gol bunuh diri dari Bagas Kaffa saat berusaha membuang bola.
Gol penentu Indonesia tercipta pada menit ke-90+6 melalui pemain pengganti Muhammad Taufany. Hasil 3-2 pun bertahan hingga peluit panjang.
Timnas Indonesia bakal menghadapi Thailand untuk pertandingan final sepak bola putra SEA Games 2023. Itu setelah Tim Gajah Putih sukses mengalahkan Myanmar 3-0 pada laga semifinal. Berlangsung di Stadion Olimpiade, Phnom Penh, Kamboja, Sabtu (23/5/2023) malam WIB. Juara Grup B, Thailand tampil begitu dominan ketimbang Myanmar.
Thailand yang berkali-kali menggedor pertahanan Myanmar kemudian mencetak gol pada menit ke-39. Bermula dari sepakan bola mati, Terasak menyundul bola ke gawang yang membuat skor berubah menjadi 1-0.
Pada interval kedua Thailand tetap mempertahankan ritme permainan. Kendati bermain santai, Gajah Putih berulang kali mengancam gawang Myanmar. Yotsakorn Burapha, Channarong Promsrikaew, dan Purachet Thodsanit membuat lini pertahanan Myanmar tak bisa tenang.
Myanmar yang tertinggal, masih mencoba merespons dengan melakukan serangan. Hanya saja permainan tim berjuluk Asian Lions masih dengan mudah dipatahkan pemain lawan.
Thailand yang tak terlalu menggebu-gebu dalam laga ini kemudian memperbesar keunggulan pada menit ke-84 melalui Leon James. Pada menit akhir injury time, sepakan jarak jauh Anan Yodsangwal menghasilkan gol ketiga bagi Thailand.
Skor 3-0 tak berubah hingga laga bubar. Thailand menang dan akan menghadapi Timnas Indonesia pada partai final yang berlangsung pada Selasa (16/5).
Indonesia terakhir memenangi mdali emas sepak bola putra SEA Games pada 1991 di Manila, Filipina. Saat itu, Garuda mengalahkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-3. Pada 1997 di Jakarta, justru giliran Thailand yang mengalahkan Indonesia melalui adu penalti dengan skor 4-2.
Pada SEA Games 2011 di Jakarta, Indonesia kembali kalah di final saat menghadapi Malaysia. Lagi-lagi melalui adu penalti, Indonesia kalah 4-3. Pada SEA Games 2013 di Maypyidaw, Myanmar, Indonesia lagi-lagi kalah di final melawan Thailand denagn skor 1-0. Akhirnya pada 2019 di Manila, Indonesia dikalahkan dengan skor 3-1 oleh Vietnam di final.
Artinya, final pada Selasa nanti akan jadi penentu apakah Timnas Indonesia bisa memutus kutukan final bertahun-tahun itu. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir berharap kali ini akan berbeda.
“Terima kasih kepada pemain atas kerja keras di atas lapangan. Saya selalu mengingatkan bahwa kita memiliki mental serta nyali, dan itu sudah ditunjukkan hari ini,” kata Erick Thohir purna laga di Phnom Penh.
Ia meyakini, timnas kali ini punya kekuatan mental yang mumpuni, sebuah faktor krusial dalam pertandingan sepak bola. “Itu yang membuat kita menang, menunjukkan mentalitas, terus menekan, menekan dan menekan sebelum menciptakan gol penentu,” kata Erick.
Erick menjelaskan, saat ini adalah kesempatan Marselino Ferdinan dan kawan-kawan melakukan istirahat sebelum kembali berlatih dan berlaga di partai final. “Kita harus recovery pemain untuk menatap partai final karena kita semua berharap olahraga sepak bola dapat mempersembahkan medali emas,” kata pria kelahiran Jakarta.
Pemains sayap andalan Indonesia, Pratama Arhan, diketahui tak bisa berlaga pada final itu karena hukuman kartu merah dalam laga melawan Vietnam. Kehilangan Pratama Arhan bakal berpengaruh dengan formasi tim. Apalagi pemain yang kini merumput di Liga Jepang itu memiliki skill khusus dalam melakukan lemparan ke dalam. Bahkan umpannya sering membuah gol.
“Nggak ada Arhan pun ada Haykal (Haykal Al Hafiz). Kita menganggap 20 pemain yang dibawa itu terbaik. Kita gak pernah bedakan antara Arhan dan Haykal,” kata pelatih Timnas U-22 Indonesia Indra Sjafri saat memberi keterangan di Phnom Penh, Sabtu (13/5) malam.
Haykal Al Hafiz sebelumnya sudah mendapatkan kepercayaan Indra Sjafri untuk menggantikan posisi Pratama Arhan saat timnas Garuda Muda menjalani laga terakhir fase grup melawan Kamboja. Saat itu timnas menang tipis 2-1.
Terkait absennya Arhan, Indra Sjafri mengaku cukup menyayangkan. “Dia (Arhan) sangat sedih dan sangat (merasa) bersalah. Tapi saya bilang ini adalah kemenangan bersama,” kata pelatih asal Sumatra Barat itu. Ia menekankan, siap menghadapi Thailand di final. “Kita siap melawan siapa pun di laga final,” kata Indra Sjafri. [Red]
