1 Juli 2026

Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Terkena Dampak Tanah Gerak, Belasan Rumah di Trenggalek Rusak

Terkena Dampak Tanah Gerak, Belasan Rumah di Trenggalek Rusak

2 min read

TRENGGALEK, Mediasuarapublik – Belasan rumah warga di Desa Ngerdani, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur (Jatim) rusak parah. Kerusakan dipicu tanah bergerak setelah wilayah itu diguyur hujan deras sepekan terakhir.

Bencana itu berdampak pada 41 jiwa dari total 14 Kepala Keluarga (KK). Meski begitu, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.

Namun, sebanyak lima keluarga memilih mengungsi. Sebab rumah mereka terdampak kerusakan paling parah.

“Total ada 41 jiwa dari total 14 KK yang terdampak. Beberapa masih bertahan, namun sebagian lagi mengungsi karena rumahnya rusak berat,” kata Kapolsek Dongko, Iptu Cikini, Sabtu (04/03/2023).

Dia mengatakan, sebagian besar rumah keretakan pada dinding maupun lantai. Sedangkan di rumah lima KK yang mengungsi rawan ambruk lantaran miring di sejumlah sisi bangunan selain mengalami keretakan.

“Semua rumah di satu RT itu terdampak, namun rumah lima KK itu yang paling parah. Ada beberapa bagian bangunan yang mulai mengalami kemiringan. Namun di waktu-waktu tertentu, misal hujan lebat rata-rata warga terdampak bencana selain lima KK itu juga mengungsi ke rumah saudaranya,” katanya.

Bencana tanah bergerak itu, kata dia, tak hanya berdampak pada bangunan warga. Infrastruktur jalan dan jembatan juga juga ikut terdampak.

Beberapa akses jalan bahkan mengalami penurunan elevasi sehingga ambles hingga beberapa sentimeter. Warga bersama petugas gabungan secara berkala menguruk keretakan tanah agar kerusakan tidak semakin berdampak parah.

Namun setelah hujan yang terus terjadi belakangan ini, kerusakan terus bertambah parah, termasuk sejumlah bangunan rumah warga.

“Permintaan minta untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman. Hasil koordinasi, pemerintah desa akan berkirim surat ke instansi terkait untuk mengambil langkah terbaik. Awal mula tanah retak ini terjadi pada kisaran akhir Desember 2022, namun saat ini kondisi keretakan bertambah lebar,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Trenggalek Triadi Atmono mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke lokasi bencana tanah gerak yang merusak belasan rumah warga itu. Selain memetakan kondisi di lapangan, petugas juga menyalurkan bantuan sembako kepada 14 KK terdampak bencana.

“Kita sudah cek di lapangan. Selain itu kita juga menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak,” katanya.

Pihaknya bersama instansi terkait lainnya tengah membahas langkah terbaik bagi warga terdampak. Di lain sisi, pihaknya mengimbau kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan saat terjadi hujan lebat dan mencari tempat yang lebih aman dalam kondisi-kondisi tertentu untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. [Red/E]