1 Juli 2026

Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Banjir di Kabupaten Lamongan Meluas

Banjir di Kabupaten Lamongan Meluas

2 min read

LAMONGAN, Mediasuarapublik – Luapan sungai Bengawan solo dan Bengawan Jero membuat banjir di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur kian meluas. Banjir tersebut kini telah menerjang 42 desa di 6 kecamatan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamongan Muhammad Muslimin mengungkapkan, cakupan banjir meluas. Kini, banjir melanda 42 desa di 6 kecamatan dari sebelumnya 35 desa di 5 kecamatan.

”Saat ini, diperkirakan lebih dari 4.000 rumah warga terdampak banjir,” kata Muslimin.

Banjir berketinggian hingga 1 meter menerjang 2 desa di Karanggeneng, 5 desa di Deket, 7 desa di Glagah, 8 desa di Kalitengah, 9 desa di Karangbinangun, dan 11 desa di Turi.

Muslimin melanjutkan, banjir yang meluas atau kian parah juga terkait peningkatan debit air Bengawan Solo. Saat elevasi permukaan air di Bengawan Solo sedang tinggi, pintu-pintu penyaluran air dari anak-anak sungai itu tidak bisa dibuka. Jika pintu-pintu dibuka, air dari kawasan banjir bisa kembali berbalik.

Cara untuk mengurangi ketinggian banjir, lanjut Muslimin, Cuma dengan memompa terus-menerus air ke Bengawan Solo. Ini, misalnya, melalui Pintu Air Sluis Kuro dan Pintu Air Melik di Kecamatan Kalitengah. Pemompaan air akan mendapat tantangan berat ketika kawasan terus diguyur hujan.

Dihubungi secara terpisah, warga Kecamatan Karangbinangun Hikam mengatakan, hujan berintensitas tinggi terus turun dan memicu Bengawan Solo meluap.

”Warga tidak bisa beraktivitas lewat jalan-jalan yang tergenang tinggi. Ada yang terpaksa memakai perahu,” katanya.

Banjir akibat luapan Bengawan Solo dan Bengawan Jero merupakan masalah klasik dan terjadi setiap musim hujan.

Sebelumnya, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyatakan, masalah Bengawan Jero kian bertambah karena bentang daerah irigasi dari Bengawan Solo ini banyak yang tertutup eceng gondok dan endapan sampah.

Untuk memperlancar aliran air, diserahkan bantuan perahu pencacah eceng gondok ke Turi dan Kalitengah. ”Perahu pencacah ini bantuan dari Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Lamongan,” kata Yuhronur

Sejak November 2022, di seluruh wilayah Lamongan, telah didistribusikan perahu pencacah melalui program Gerakan Perahu Penyapu Eceng Gondok atau Garpu Sendok.

Berdasarkan informasi dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo, Bengawan Jero merupakan kawasan daerah irigasi berbentuk ”mangkuk” dengan dasar bergelombang dan rendah. Elevasi -0,7 meter sampai -1,2 meter. Kapasitas anak Sungai Bengawan Solo ini relatif kecil meski tidak disebut angkanya. Situasi ini diperparah dengan alih fungsi tampungan pada rawa-rawa di sekitarnya menjadi lahan pertanian sehingga menjadi lebih rentan banjir.

Karakter tanah di Bengawan Jero halus atau berkemampuan minim dalam meloloskan air. Kelerengan kawasannya kurang dari 8 persen atau tergolong datar yang meningkatkan risiko banjir. Aliran permukaan karena air hujan atau luapan sungai lambat mengalir sehingga banjir menjadi lama surut. [Red]