Hasil Konsolidasi PC IMM Lamongan Untuk Musyda ke-XII Muhammadiyah
3 min read
LAMONGAN, Mediasuarapublik – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Lamongan menggelar Konsolidasi Kader Ikatan guna Menyongsong Musyawarah Daerah (Musyda) ke-XII Muhammadiyah.
Kegiatan yang diadakan pada Kamis (16/2) di Rumah Ikatan PC IMM Lamongan tersebut dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Komisariat (PK) IMM se-Kabupaten Lamongan untuk mengkaji gerakan Muhammadiyah dan merumuskan rekomendasi pada Musyda Muhammadiyah ke-XII Kabupaten Lamongan.
Ketua Umum PC IMM Lamongan Achmad Izzuddin As Sidiqie menyampaikan bahwa Konsolidasi Kader Ikatan ini bertujuan untuk mengevaluasi, mengkaji dan memberikan kontribusi dalam wujud sumbangsih pemikiran bagi Muhammadiyah Lamongan ke depan.
“Momen lima tahun tersebut harapannya tidak sekadar menjadi pergantian kepemimpinan saja, namun juga pembaharuan dan pembenahan gerakan Muhammadiyah dari masa ke masa,” tutur Achmad.
Konsolidasi ini, lanjut Achmad, sebagai implementasi gerakan sosial keagamaan, nilai kolaboratif antar masyarakat dan pemerintahan, serta berperan aktif dalam merekomendasikan solusi bagi kebutuhan dakwah di masa yang akan datang.
“IMM Lamongan melalui konsolidasi ini berkomitmen untuk menjadi ruang evaluasi guna pembaharuan gagasan dan perluasan gerakan hingga menyentuh seluruh elemen Muhammadiyah dan dinamika yang terjadi mulai cabang hingga ranting agar menjadi fokus dalam Musyawarah Daerah,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah KH. Shodiqin memberikan apresiasi terhadap kegiatan konsolidasi yang dilaksanakan oleh PC IMM Lamongan.
“Muhammadiyah dan masyarakat membutuhkan peran anak muda berkarakter idealis dan memiliki kompetensi kepemimpinan yang bagus sehingga dapat memaksimalkan peran kolaborasi,” kata Shodiqin.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lamongan, Drs. Moh. Nalikan, ia memberikan selamat serta berpesan agar tetap menjadi kader muda Muhammadiyah dengan memiliki karakter keislaman dan kebangsaan yang kuat guna menjadi penerus yang baik.
“Konsolidasi ini dimaksimalkan dengan diskusi perihal Musyda, mulai dari mengkaji tema kegiatan, narasi ‘Membumikan Islam Berkemajuan’, serta beragam isu gerakan Muhammadiyah ke depan juga turut mendominasi forum tersebut,” jelas Nalikan.
Dalam kegiatan konsolidasi itu, Sekretaris Umum PC IMM Lamongan Andy Rizal Aminulloh menyebutkan hasil pembahasan terkait rekomendasi bersama, diantaranya:
Pertama, Merekomendasikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan untuk merumuskan penguatan digitalisasi gerakan guna mendukung penguatan dan penyebarluasan pandangan Islam Berkemajuan. Sebagaimana pada salah satu faktor keberhasilan dakwah ialah penyesuaian metode dakwah yang perlu disesuaikan dengan kelompok mad’u (kelompok yang di dakwahi).
Di antaramya dengan memberlakukan digitalisasi dakwah, gerakan Muhammadiyah Lamongan akan berdampak pada mudahnya seluruh lapisan masyarakat dalam mengakses konten dakwah yang diperlukan, baik berupa video, audio, maupun tulisan. Penyebaran pandangan islam yang berpijak pada Al-Qur’an dan Hadist serta memiliki sifat berkemajuan akan semakin masif apabila terkemas dengan baik dalam bentuk digital sehingga mudah diakses oleh masyarakat.
Kedua, Merekomendasikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan untuk melakukan kaderisasi terkhusus perbaikan sumber daya kader-kader persyarikatan. Generasi penerus merupakan tonggak kemajuan persyarikatan dan bibit kemajuan bangsa. Maka perkaderan tidak hanya berorientasi pada kuantitas saja, namun harus diiringi dengan pengembangan kualitas kader-kader Muhammadiyah.
Dengan terbentuknya kualitas kader yang mumpuni, pendiasporaan kader persyarikatan juga diperlukan untuk megisi ranah keumatan serta transformasi kader pada bangsa dan negara yang dapat dilakukan dengan baik.
Ketiga, Merekomendasikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan untuk membentuk wadah bagi pengembangan keilmuan kader-kader Muhammadiyah Lamongan. Knowledge is Power, Power is Everywhere (Wacana adalah Kekuatan, dan Kekuatan adalah Segalanya), setidaknya dengan dibentuk tiga kelompok studi meliputi: Studi Agama, Studi Keilmuan, dan Studi Sosial.
Dengan membentuk pusat studi untuk pengembangan dan penguasaan keilmuan ini dapat memunculkan kader-kader yang tidak hanya mempunyai kematangan beragama, tapi juga kematangan berpikir, sehingga Muhammadiyah Lamongan tidak kehilangan nafas intelektual.
Keempat, Merekomendasikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan untuk merumuskan strategi dalam mengembangkan ekonomi prespektif Muhammadiyah, yang tidak hanya bertumpu pada pengembangan amal usaha oleh individu-individu di dalam persyarikatan saja.
Guna membangun ekosistem yang saling menguatkan, hal ini penting dilakukan sebagai pemberdayaan ekonomi bagi warga Muhammadiyah baik dalam sisi manajerial, keuangan, digitalisasi hingga infrastruktur, serta akses pasar yang masif.
Kelima, Merekomendasikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan untuk pro-aktif dalam Advokasi Kebijakan Publik terutama pada ranah lokal. Hal ini menjadi Urgent karena dalam mencapai Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur perlu dihadirkan pengawalan kebijakan-kebijakan birokrasi yang bermuara pada kebaikan seluruh masyarakat. Muhammadiyah harus hadir di tengah masyarakat dalam mengawal setiap kebijakan yang akan disahkan untuk menjaga stabilitas daerah.
Keenam, Merekomendasikan Muhammadiyah Lamongan untuk merumuskan langkah dalam dakwah yang kultural dan akomodatif dalam penguatan basis-basis ideologi dengan mengedepankan kontekstualisasi dakwah hingga akar rumput (grassroots), baik dari cabang, ranting, maupun amal usaha, agar masyarakat ajeg dalam memahami ideologi Muhammadiyah yang utuh dan terhindar dari dikotomi.
Bahwa dalam kaidah fikih “Menghilangkan Kemudharatan Lebih Didahulukan daripada Mengambil Sebuah Kemaslahatan” dengan harapan dakwah kultural akomodatif memiliki visi yang luas dalam merangkul semua elemen masyarakat serta dapat membawa semangat dakwah yang mencerahkan. [*/Red]
