16 Juni 2026

Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Kordinator Program Hibah Kecamatan Kedungpring yang Diduga Terima Setoran 30 Persen Diduga Kabur

Kordinator Program Hibah Kecamatan Kedungpring yang Diduga Terima Setoran 30 Persen Diduga Kabur

2 min read

LAMONGAN, Mediasuarapublik – Menghilangnya kedua orang yang diduga menerima setoran potongan dari dana hibah Jaringan Aspirasi Masyarakat (jasmas) provinsi dari PDIP sebesar 30 persen setiap kelompok masyarakat (pokmas) yang sudah diminta keterangan oleh timsus Surat Kabar Harian (SKH) Suara Publik baik melalui chat whatshApp atau didatangi ke rumah bisa diindikasikan sengaja menghindar dari tanggung jawab.

Dari keterangan ketua pokmas penerima yang menerangkan, “Bahwa anggaran yang diterima dari program hibah Jasmas PDIP provinsi ada potongan sebesar 30 sampai 40 persen yang disetorkan pada Didik warga Desa kradenanrejo dan Nurhadi warga Desa Dradah Blumbang, uang potongan diambil setelah ketua pokmas dan bendahara pokmas mencairkan uang dari bank,” terang ketua pokmas penerima.

Dari keterangan ketua pokmas tersebut, Timsus SKH mencoba menghubungi Didik dan Nurhadi melalui Chat WhatsApp, tapi keduanya tidak membalas chat tersebut. Tidak berhenti sampai disitu Timsus pun mencoba menemui untuk mencari kebenaran pengakuan pokmas tersebut dengan mendatangi kediaman keduanya, tapi sampai di kediaman masing-masing, Timsus SKH tidak dapat menjumpai.

Karena Timsus ingin mendapatkan keterangan dan kejelasan terkait adanya potongan tersebut, Nurhadi juga seorang kepala sekolah di sebuah lembaga di kecamatan Kedungpring, Timsus SKH mendatangi Lembaga tersebut. Tapi Timsus juga harus kecewa karena Nurhadi tidak ada di lembaga tersebut.

Kejadian yang sama juga terjadi pada Suyitno ketua PAC PDIP Sukorame, yang diduga atasan dari Didik dan Nurhadi, yang diduga penerima setoran dari mereka berdua juga tidak dapat dihubungi dan tidak dapat ditemui. Padahal Timsus SKH juga berkali kali mendatangi kediaman Suyitno di Sukorame.

Dengan adanya hal tersebut bisa dimungkinkan bahwa pemotongan pada hibah Jasmas PDIP provinsi sebesar 30 sampai 40 persen memang benar. Karena dari semua koordinator yang diminta keterangan Timsus SKH mulai dari kecamatan Sambeng, Ngimbang, Bluluk, Sukorame dan Kedungpring semua seakan menghindar dan susah untuk ditemui. Padahal dari keterangan pokmas dimasing-masing kecamatan mengakui kalau ada pemotongan sebesar 30 sampai 40 persen dalam setiap anggaran program yang diterima pokmas. [Timsus]