Prabowo Ingin Pusat Ambil Alih Rekrutmen Guru
2 min read
JAKARTA, Mediasuarapublik – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana pemerintah pusat untuk mengambil kembali kewenangan dalam proses pengangkatan dan rekrutmen guru. Kebijakan tersebut tengah dibahas sebagai bagian dari upaya memperbaiki sistem pendidikan nasional.
Prabowo mengatakan pengelolaan rekrutmen guru di tingkat pusat diharapkan dapat menciptakan sistem yang lebih objektif, terukur, serta mengutamakan kualitas tenaga pendidik.
“Tapi sekarang kalau tidak salah, ya, kita sedang bicarakan hak mengangkat guru kembali ke pemerintah pusat,” ujar Prabowo dalam program Presiden Prabowo Menjawab mengutip rilis Bakom RI, Rabu (16/9).
Menurut Prabowo, pembenahan sektor pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah mekanisme perekrutan sekaligus peningkatan kompetensi guru.
Ia menilai pelimpahan kewenangan pengangkatan guru kepada pemerintah daerah selama ini memiliki tantangan tersendiri. Karena itu, pemerintah perlu melihat kondisi dan praktik yang terjadi di lapangan secara realistis.
“Tapi pelaksanaannya, kalau diserahkan kepada pemerintah kabupaten, pemerintah (provinsi) gubernur, rekrutmen guru apakah kita yakini kualitasnya itu? Kita harus bicara realita. Apakah bupati itu objektif atau dia angkat saudara-saudara dia jadi guru? Tim sukses dia? Dan sebagainya. Ini yang jadi dilema bagi kita,” kata dia.
Selain membahas mekanisme pengangkatan, pemerintah juga mempertimbangkan program kursus dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan tenaga pendidik. Langkah tersebut dinilai penting agar guru mampu mengikuti perkembangan metode pembelajaran serta kemajuan teknologi di bidang pendidikan.
Prabowo juga mengungkapkan rencana membuat program percepatan untuk membantu sekolah-sekolah yang masih mengalami keterbatasan tenaga pendidik. Salah satu gagasannya adalah merekrut lulusan perguruan tinggi terbaik dari berbagai disiplin ilmu untuk ditempatkan sementara di sekolah yang membutuhkan.
“Salah satu langkah yang sedang saya pikirkan untuk mengatasi masalah ini adalah crash program, mungkin saya akan rekrut sarjana-sarjana dari semua fakultas yang terbaik untuk menjadi guru-guru. Katakanlah guru-guru darurat yang kita terjunkan ke sekolah,” kata Prabowo.
Program tersebut, lanjutnya, dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi kesenjangan tenaga pengajar di sekolah-sekolah yang paling tertinggal.
Selain merekrut lulusan perguruan tinggi, pemerintah juga membuka kemungkinan melibatkan aparatur sipil negara (ASN) yang telah bekerja untuk menjalankan penugasan sementara di sekolah tertentu.
“Kita juga bisa berpikir, kita bisa nanti rekrut dari pejabat-pejabat PNS yang sudah bekerja. Kita terjunkan, apakah dua minggu, tiga minggu,” ujarnya.
Penugasan tersebut nantinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan kondisi masing-masing daerah. [AH/Red]
