Rebu Wekasan di Masjid Al Huda, Mas Bhabin Padukan Nilai Keagamaan dengan Pesan Kamtibmas
2 min read
LAMONGAN, Mediasuarapublik – Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid Al Huda, Dusun Tanggungan, Desa Sidomukti, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Selasa malam (11/8/2026). Warga berkumpul mengikuti Tahlil dan Istighosah Rebu Wekasan, sebagai momentum memperbanyak doa, zikir, introspeksi, serta memohon keselamatan, keberkahan, dan perlindungan kepada Allah SWT.
Rebu Wekasan atau Rabu Wekasan merupakan tradisi keagamaan yang berkembang di sebagian masyarakat Muslim dan dilaksanakan pada Rabu terakhir bulan Safar. Bagi masyarakat yang melaksanakannya, momentum ini dimaknai sebagai waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui doa, tahlil, istighosah, zikir, sedekah, dan amal kebaikan. Tradisi tersebut juga menjadi sarana memohon keselamatan serta menjauhkan diri dari berbagai marabahaya, sekaligus mengingatkan manusia agar senantiasa berserah diri dan memperbaiki diri.
Makna Rebu Wekasan tidak berhenti pada ritual doa bersama, tetapi juga mengandung nilai silaturahmi, ukhuwah, kepedulian, dan kebersamaan. Berkumpulnya warga di masjid menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarsesama, saling mendoakan, dan membangun kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai tersebut kemudian dipadukan dengan kehadiran Bhabinkamtibmas Desa Sidomukti, Aipda Nanang Sumantri, S.H., melalui kegiatan PEDDAL Kamtibmas DDS Sobo Masjid.

Mas Bhabin membaur bersama jamaah, menyapa warga, membangun komunikasi secara humanis, sekaligus memastikan kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Dalam kesempatan tersebut, Aipda Nanang menyampaikan pesan kamtibmas agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran, meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar terhindar dari kenakalan remaja, narkoba, minuman keras, balap liar dan tawuran, serta meningkatkan keamanan kendaraan guna mencegah curanmor.
Kehadiran Mas Bhabin menjadi gambaran bahwa nilai keagamaan dan kamtibmas dapat berjalan beriringan. Doa merupakan ikhtiar spiritual, sedangkan menjaga keamanan merupakan ikhtiar nyata. Melalui kedekatan dengan jamaah, Aipda Nanang tidak hanya menjalankan tugas sebagai Bhabinkamtibmas, tetapi juga membangun kepercayaan dan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan.
Kegiatan Tahlil dan Istighosah Rebu Wekasan berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Rebu Wekasan menjadi momentum untuk memperkuat doa, introspeksi, dan silaturahmi, sementara kehadiran Mas Bhabin menjadi jembatan untuk memperkuat kepedulian kamtibmas. Dari masjid menebar doa, dari silaturahmi tumbuh kepedulian, dan dari kebersamaan lahir keamanan. Ayo Jogo Lamongan. [**]
