Perselisihan di Ruang Ganti Guncang Madrid
2 min read
Mediasuarapublik – Perselisihan dengan Vinicius Junior disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi berakhirnya masa kepelatihan Xabi Alonso di Real Madrid. Situasi tersebut diakui Vinicius sebagai periode yang cukup berat dalam kariernya.
Alonso hanya bertahan hingga 12 Januari sebelum akhirnya diberhentikan manajemen klub. Keputusan itu sempat mengejutkan, mengingat performa tim secara statistik masih cukup baik. Saat itu, Real Madrid masih memimpin klasemen LaLiga dan hanya menelan empat kekalahan dari 34 pertandingan.
Namun, posisi Alonso disebut melemah karena kehilangan kendali di ruang ganti. Hubungannya dengan sejumlah pemain, termasuk Vinicius, dikabarkan tidak harmonis.
Salah satu momen yang mencuri perhatian terjadi saat laga melawan Barcelona pada Oktober lalu. Vinicius menunjukkan reaksi emosional ketika ditarik keluar, bahkan memilih langsung menuju ruang ganti tanpa berjabat tangan dengan sang pelatih.
Ketegangan itu juga dipengaruhi oleh minimnya menit bermain yang didapatkan Vinicius selama dilatih Alonso. Meski demikian, pemain asal Brasil itu mengaku menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran berharga.
“Itu momen yang sulit. Kami memainkan banyak pertandingan, tapi saya jarang bermain. Setiap pelatih punya caranya masing-masing. Saya tidak bisa bermain seperti yang Alonso inginkan. Itu jadi momen pembelajaran, saya belajar banyak, para pemain sangat membantu. Saya bisa merefleksikan diri, memperbaiki diri, dan punya hubungan fantastis dengan Arbeloa,” ujar Vinicius di The Athletic.
Ia juga mengakui tindakannya saat itu tidak tepat dan telah menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak di klub. “Momen itu tidak menyenangkan. Saya sudah meminta maaf ke tim, klub, pelatih, semua yang ada di sana. Saya ingin terus bermain dan tidak diganti Saya merasa apa yang saya lakukan benar, saya tidak mau meninggalkan lapangan, tapi setelah itu Anda baru menyadari bahwa itu salah. Pengalaman membuat saya belajar untuk lebih baik.” [Red]
