Demo Alam Bersatu di DPRD Lamongan Tuntut Pokir Dewan Untuk Pembangunan Jalan
2 min read
LAMONGAN, Mediasuarapublik – Aliansi LSM Lamongan Bersatu (Alam Bersatu) menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Lamongan, Kamis (7/8), untuk menuntut agar anggaran Pokok Pikiran (Pokir) para anggota dewan diprioritaskan bagi pembangunan jalan desa. Aksi ini menjadi sorotan publik karena berhasil mendorong tercapainya kesepakatan penting antara massa aksi dan DPRD terkait alokasi anggaran infrastruktur.

Mereka menyampaikan berbagai aspirasi berdasarkan laporan lapangan dan keluhan warga. Mereka mengkritisi penggunaan anggaran seperti dana desa, dana hibah Pokir, serta BKPD, yang dianggap lebih banyak diarahkan untuk pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), ketimbang memperbaiki jalan. Hal ini menyebabkan masih banyak jalan desa yang rusak dan luput dari perhatian serius pemerintah daerah meski memiliki program Jamula (Jalan Alus Mulus Lamongan).
Demonstrasi ini menjadi bentuk komitmen Alam Bersatu dalam memperjuangkan perbaikan infrastruktur di Lamongan, sekaligus menyalurkan suara masyarakat yang merasa belum didengar. Mereka mendesak agar pemerintah lebih fokus pada peningkatan kualitas jalan, mengingat fungsinya yang sangat vital bagi aktivitas ekonomi dan sosial warga.


Seusai menyampaikan aspirasi didepan Gedung DPRD perwakilan massa melakukan audiensi bersama anggota DPRD Lamongan, yakni Husen, S.Ag, M.Ag; Imam Fadlli, S.Ip, M.Si; serta Mahfud Shodiq, S.Sos. Diskusi berlangsung secara mendalam, membahas permasalahan jalan rusak dan langkah-langkah solutif yang dapat diambil pemerintah daerah.
Hasil dari dialog tersebut diumumkan secara terbuka oleh Wakil Presiden Alam Bersatu, H. Suliono, S.H, didampingi Sekretaris Jenderal Alam Bersatu, Sukadi, S.H, Rohmat SP, dan anggota lainnya. Dalam kesepakatan yang dibacakan itu, ada dua poin utama yang disepakati yakni: pertama, Dana Pokir akan diprioritaskan untuk pembangunan jalan, dan kedua, alokasi 20% Dana Desa akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur jalan, sebagai bentuk dukungan terhadap program Bupati Lamongan.
“Kami berharap dengan adanya kesepakatan ini, pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di Lamongan dapat segera direalisasikan. Prioritas alokasi Dana Pokir dan alokasi 20% Dana Desa untuk pembangunan jalan merupakan langkah konkret yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Lamongan,” ujar Suliono.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta aksi atas partisipasi dan ketertiban mereka. Suliono mengimbau agar seluruh massa membubarkan diri dengan damai.
Ia menegaskan harapannya agar kesepakatan ini benar-benar dilaksanakan dan bisa memberikan dampak nyata bagi warga Lamongan.
Kesepakatan ini menjadi titik awal bagi Pemerintah Kabupaten Lamongan untuk segera melakukan langkah konkret dalam memperbaiki jalan di seluruh pelosok daerah, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempermudah mobilitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. [E/Yah]
