FIFA Berikan Catatan Penting Soal Lapangan di Piala Dunia U-17 2023
2 min read
Mediasuarapublik – FIFA memiliki sejumlah catatan usai melakukan inspeksi venue Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia.
Pada akhir Juli lalu perwakilan FIFA telah menginspeksi empat stadion yang bakal menjadi venue Piala Dunia U-17 2023 di Indonesia.
Keempat stadion tersebut adalah Jakarta International Stadium (JIS), Si Jalak Harupat Bandung, Gelora Bung Tomo Surabaya, dan Manahan Solo.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menambahkan lapangan latihan tambahan untuk Piala Dunia U-17 2023 tersebut juga perlu dilakukan pembenahan.
“Untuk lapangan latihan tambahan, seperti Sumantri Brodjonegoro, lapangan Banteng, ada beberapa catatan dari FIFA mulai dari rumput kamar ganti, lampu-lampunya juga dan ada 6-7 item, itu semua akan dilakukan oleh PUPR,” ucap Basuki.
“Bandung ada dua tambahan. Jadi ITB dan Arcamanik, itu juga ada beberapa catatan yang harus kami kerjakan. Hampir sama semuanya karena stadion sepak bola ya itu-itu saja item-nya. Jadi rumput kemudian bench-nya, bangkunya harus diperbaiki akan kami kerjakan. Itu Arcamanik dan ITB,” kata Basuki menambahkan.
Sementara, Basuki mengatakan untuk lapangan latihan pada venue Piala Dunia U-17 di Solo sudah cukup, namun tetap akan ditambah.
“Yang di Surakarta sudah cukup dengan yang ada sekarang, nanti Manahan dan empat lapangan latihan sudah selesai, akan ditambah lagi dua lagi yaitu lapangan Blulukan, Lapangan UMS akan kami kerjakan juga, insha Allah akan selesai pada saatnya nanti karena 10 November wah itu lewat dari ulang tahun saya ulang tahun saya sebelum itu [5 November],” ujar Basuki.
“Jadi akan dimulai dengan U-17 jangan tegang-tegang kabeh ini. Jadi saya kira persiapannya sudah makin mengerucut sudah tahu apa yang kami kerjakan sesuai dengan hasil inspeksi FIFA,” kata Basuki menambahkan.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menambahkan lapangan latihan tambahan untuk Piala Dunia U-17 2023 tersebut juga perlu dilakukan pembenahan.
“Untuk lapangan latihan tambahan, seperti Sumantri Brodjonegoro, lapangan Banteng, ada beberapa catatan dari FIFA mulai dari rumput kamar ganti, lampu-lampunya juga dan ada 6-7 item, itu semua akan dilakukan oleh PUPR,” ucap Basuki.
“Bandung ada dua tambahan. Jadi ITB dan Arcamanik, itu juga ada beberapa catatan yang harus kami kerjakan. Hampir sama semuanya karena stadion sepak bola ya itu-itu saja item-nya. Jadi rumput kemudian bench-nya, bangkunya harus diperbaiki akan kami kerjakan. Itu Arcamanik dan ITB,” kata Basuki menambahkan.
Sementara, Basuki mengatakan untuk lapangan latihan pada venue Piala Dunia U-17 di Solo sudah cukup, namun tetap akan ditambah.
“Yang di Surakarta sudah cukup dengan yang ada sekarang, nanti Manahan dan empat lapangan latihan sudah selesai, akan ditambah lagi dua lagi yaitu lapangan Blulukan, Lapangan UMS akan kami kerjakan juga, insha Allah akan selesai pada saatnya nanti karena 10 November wah itu lewat dari ulang tahun saya ulang tahun saya sebelum itu [5 November],” ujar Basuki.
“Jadi akan dimulai dengan U-17 jangan tegang-tegang kabeh ini. Jadi saya kira persiapannya sudah makin mengerucut sudah tahu apa yang kami kerjakan sesuai dengan hasil inspeksi FIFA,” kata Basuki menambahkan. [Red]
