18 Juni 2026

Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Kasus Bunuh Diri Meningkat, Polisi Tingkatkan Keamanan Jembatan di Malang

Kasus Bunuh Diri Meningkat, Polisi Tingkatkan Keamanan Jembatan di Malang

3 min read

MALANG, Mediasuarapublik – Tren bunuh diri yang meningkat di Kota Malang selama tiga tahun terakhir mendapat atensi polisi. Polresta Malang Kota tengah melakukan upaya preventif dengan mengkaji keamanan jembatan yang diduga kerap menjadi lokasi warga mengakhiri hidup.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan jajaran polsek dan instansi lain terkait pendataan jembatan yang dianggap rawan. Nantinya, pendataan jembatan di lima kecamatan ini akan disertai hasil kajian mengenai langkah pencegahan selanjutnya.

“Kita akan buat telaah atau kajian, termasuk ada beberapa jembatan yang di Kahuripan, Klojen, yang sering juga ada percobaan-percobaan bunuh diri, atau pun orang yang memang loncat langsung di sana. Ini kita juga lagi menginventarisasi di lima kecamatan jembatan mana yang selalu digunakan,” ucap Budi Hermanto ditemui Selasa (30/5/2023).

Pihaknya juga akan mengkaji tren kasus bunuh diri dalam tiga tahun terakhir sejak 2021. Dia mengakui, ada kenaikan kasus bunuh diri, salah satunya yang berlokasi di jembatan.

Berkaca pada Jembatan Suhat yang tidak memiliki pagar pelindung, Buher, sapaan akrabnya, menyebut tak menutup kemungkinan akan ada rekomendasi dari hasil kajian untuk menambahkan pagar pembatas yang membuat orang bisa lebih terlindungi.

“Apabila ada langkah yang kita ambil misalnya untuk bisa memagar, memberi kawat di sekitar jembatan disebut, sehingga itu sudah banyak mencegah peluang orang untuk melakukan bunuh diri melalui akses yang ada,” ujarnya.

Kasus bunuh diri di Malang diketahui meningkat. Buher mencatat dalam sepekan terakhir sudah ada tiga kasus bunuh diri.

“Artinya ada dibilang meningkat ya ada peningkatan, tapi kita melihat persoalan itu karena apa. Ada memang persoalan karena pribadi, kondisi kesehatan, kejiwaan, permasalahan rumah tangga, tapi itu merupakan bagian yang harus kita selesaikan bersama ini menjadi persoalan kita bersama,” ucapnya.

Maka dari itu, polisi bakal mendorong pemasangan pagar yang tinggi di sisi samping jembatan yang ada di Kota Malang. Pagar itu diharapkan dapat mengantisipasi dan meminimalkan kasus-kasus bunuh diri.

“Minimal sarana itu tidak mudah. Kalau sekarang kan terbuka orang bisa lompat aja. Dia mungkin ada itikad bunuh diri, memudahkan dia, Apalagi sudah ada kejadian. Kalau kita tidak mengambil langkah ya jelas kita salah,” ujarnya.

Pihaknya juga akan lebih masif menggerakkan polisi RW bekerja sama dengan instansi seperti Dinas Pendidikan, perguruan tinggi, dan komunitas untuk memulihkan psikis warga. Mengingat, seseorang yang bakal melakukan bunuh diri bisa dicegah, sebab korban biasanya lebih tertutup.

“Kita juga akan selalu menggagas, artinya sebagian orang yang punya kecenderungan untuk mengakhiri hidupnya itu biasanya tertutup. Dia tidak akan mungkin menyampaikan kepada orang lain. Tinggal orang-orang yang ada sekitarnya harus lebih peduli, aware, bagaimana melihat kerabatnya, kakaknya, adiknya, keluarga terdekat,” ujarnya.

Diberitakan, pemuda berinisial TJS (18) melompat ke sungai dari atas Jembatan Suhat yang berlokasi di Jalan Soekarno Hatta, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim). Peristiwa itu terjadi pada Jumat (26/5/2023) sekitar pukul 15.30 WIB. 

Berdasarkan catatan, Jembatan Suhat sudah beberapa kali digunakan sebagai lokasi bunuh diri. Bahkan sehari usai TSJ lompat, ada video perempuan yang diduga hendak bunuh diri di jembatan serupa. 

Aksi itu terekam oleh kamera amatir warga dan tersebar di media sosial. Diduga aksi itu terjadi pada Minggu (28/5/2023) sekitar pukul 01.00 WIB.

Sementara pada Minggu siang, seorang mahasiswi berupaya melakukan percobaan bunuh diri di kamar kosnya. Beruntung aksi bunuh diri dengan melukai badannya itu bisa terdeteksi oleh keluarga yang diteruskan ke teman korban. [Red/E]