Kemenag Kabupaten Kediri : Ratusan CJH Belum Lunas
2 min read
Sejumlah jamaah calon haji berjalan menuju pesawat saat pemberangkatan kloter terakhir Embarkasi Boyolali di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (17/9). Menurut data Panitia Penyelanggara Ibadah Haji (PPIH), Embarkasi Boyolali telah memberangkatkan 26.482 jamaah calon haji yang terbagi dalam 75 kloter dari daerah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta ke Tanah Suci Mekkah melalui Bandara Adi Soemarmo Boyolali. ANTARA FOTO/ Aloysius Jarot Nugroho/NZ/15.
KEDIRI, Mediasuarapublik – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri menyebut, ada ratusan calon jemaah haji (CJH) yang belum melunasi biaya perjalanan ibadah haji reguler 2023.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kemenag Kabupaten Kediri Abdul Kholiq Nawawi mengatakan, jika hingga 5 Mei 2023, baru 1.097 CJH dari 1.300 yang telah melunasi bipih sehingga berhak berangkat ke tanah suci pada tahun 2023 ini. Sedangkan 203 orang CJH belum melakukan pelunasan.
Ia menjelaskan, jika Kementerian Agama melalui Dirjen PU memperpanjang waktu pelunasan Bipih. Sehingga, kesempatan tersebut bisa dimanfaatkan oleh para CJH untuk melakukan pelunasan.
“Dengan adanya kesempatan perpanjangan waktu pelunasan yang diberikan oleh Kementerian Agama Pusat, sisa jamaah haji yang belum melakukan pelunasan, bisa segera melakukan pelunasan,” ungkap Abdul Kholiq Nawawi dikutip situs resmi Kemenag Kabupaten Kediri pada, Senin (8/5/2023).
Waktu pelunasan, lanjut Abdul Kholiq, Bipih reguler tahun 1444 H atau 2023 M seharusnya berakhir pada 5 Mei 2023 kemarin. Tetapi kemudian diperpanjang hingga 12 Mei 2023, pada pukul 08.00 – 15.00 WIB.
Informasi tentang perpanjangan waktu pelunasan biaya perjalanan ibadah haji reguler tahun 2023, di terima oleh Kemenag Kabupaten Kediri, pada 5 Mei 2023 pukul 16.50 WIB. Ketetapan itu tertuang dalam Surat Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama RI nomor : B-05036/ DJ/Dt.II.II.1/KS.02/5/2023, tanggal 5 Mei 2023.
Ia berharap, seluruh CJH memanfaatkan waktu perpanjangan untuk melakukan pelunasan Bipih. Sehingga, kuota Haji Kabupaten Kediri yang berjumlah tiga kloter bisa terisi semuanya oleh jemaah asal Kabupaten Kediri.
Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MUI Kabupaten Kediri ini menampik alasan banyaknya CJH yang belum melakukan pelunasan Bipih karena minimnya sosialisasi. Sebab, kata Abdul Kholiq, selama ini Kemenag telah melakukan sosialisasi secara massive.
Adapun beberapa jalur sosialisasi yang dilalui Kemenag Kabupaten Kediri, diantaranya melalui Kantor KUA di 26 Kecamatan di Kabupaten Kediri, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) maupun melalui Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kabupaten Kediri.
Sementara itu, berdasarkan kajian mendalam Kemenag Kabupaten Kediri, imbuh Abdul Kholiq, CJH yang belum melakukan pelunasan karena sejumlah faktor. Diantaranya, karena sakit, alasan hamil, dan alasan dana. Selain itu, juga ada yang beralasan tidak ada pendamping. [Andk/Yud]
