Kekalahan Telak Manchester United Pengaruhi Mental
3 min read
Mediasuarapublik – Pelatih Manchester United Erik ten Hag tidak bisa menyembunyikan kekecewaan dan kemarahannya pascakekalahan 0-7 dari Liverpool pada pekan ke-26 Liga Primer Inggris, Senin (6/3) dini hari WIB. Pelatih asal Belanda itu bahkan mempertanyakan hilangnya mental juara para pemain MU yang belakangan sempat terlihat.
Kekalahan telak atas Liverpool terjadi sepekan setelah the Red Devils merasakan nikmatnya trofi Piala Carabao. MU pun datang ke Stadion Anfield dengan rekor tidak pernah kalah di 11 laga terakhir di semua ajang, termasuk kemenangan beruntun di empat laga terakhir.
Berbekal rekor apik tersebut, United malah menjadi bulan-bulanan the Reds di laga ini. Cody Gakpo, Darwin Nunez, dan Mohamed Salah masing-masing mencetak dua gol ke gawang MU. Pesta gol the Reds dilengkapi dengan torehan Roberto Firmino pada menit ke-88.
Bagi United, ini menjadi kekalahan terbesar di semua ajang sejak 1931 silam. Pascalaga, Ten Hag pun meradang. Pelatih yang baru menukangi United pada awal musim ini tersebut bahkan tidak menyangka dengan kekalahan yang dialami anak-anak asuhnya.
Ten Hag pun langsung melontarkan kritik keras mengenai performa anak-anak asuhnya di laga itu, terutama pada babak kedua. Menutup babak pertama dengan kondisi tertinggal satu gol, United malah kebobolan enam gol pada babak kedua. Performa buruk pada babak kedua menjadi alasan terbesar kekalahan juara Piala Liga Inggris musim ini tersebut.
Dia mengatakan, penampilan MU di babak kedua jauh dari standar. “Saya cukup terkejut, karena dalam beberapa pekan terakhir saya melihat kegigihan dan mentalitas juara dari tim ini. Namun, pada babak kedua di laga ini, kami tidak memiliki kualitas itu. Penampilan tim benar-benar tidak profesional,” kata Ten Hag seusai laga, seperti dikutip BBC, Senin (6/3).
Mantan pelatih Ajax Amsterdam itu menyebutkan, penampilan anak-anak asuhnya pada babak kedua tidak mencerminkan sebuah kinerja tim yang solid. Para pemain seolah tampil sendiri-sendiri dan tidak memiliki rencana permainan yang jelas.
Menurut Ten Hag, penampilan United pada babak kedua melawan Liverpool merupakan performa terburuk pada musim ini. “Ini soal kedisiplinan dan kami tidak memperlihatkannya di laga tersebut. Anda harus melakukan pekerjaan Anda dan di laga ini, kami tidak melakukannya,” ujar Ten Hag.
Kekalahan kali ini, tutur Ten Hag, tentu tidak bisa diterima. Mantan pelatih tim cadangan Bayern Muenchen itu berharap anak-anak asuhnya bisa segera bangkit di laga berikutnya, tepatnya saat menghadapi Real Betis di babak 16 besar Liga Europa, tengah pekan ini.
“Saya sempat berkata di ruang ganti pemain, kekalahan ini tidak bisa diterima. Namun, ini hanya satu laga. Kami akan bangkit. Tim ini cukup kuat untuk bisa bangkit. Kami harus mengulang dari awal dan mencoba untuk bangkit,” kata Ten Hag.
Kekalahan telak MU dari Liverpool menjadi sorotan tajam media lokal. “Kekalahan ini menjadi titik terendah baru dalam sejarah klub, dan sayangnya, hasil ini tidak mungkin dilupakan dalam waktu dekat,” demikian laporan yang dikutip dari Manchestereveningnews.co.uk.
Sebelum pertandingan ini, sekitar 11 bulan lalu, dua tim tersebut bertemu di Anfield. Setan merah menyerah 0-4. Namun, itu bukan sesuatu yang mengejutkan. Saat itu, Liverpool sedang menjadi unggulan.
Namun, situasi terkini telah jauh berbeda. Di tangan Ten Hag, Man United sudah menunjukkan kebangkitan sehingga muncul optimisme di kalangan penggemarnya untuk berjaya di markas sang rival. Rupanya, fakta di lapangan sangat menyakitkan bagi Marcus Rashford dan rekan-rekan.
“Ini pengingat yang jelas, the Red Devils tetap dalam proses dan masih jauh untuk berada di level penantang gelar sejati,” demikian laporan Manchester Evening News. [Red]
