30 Juni 2026

Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Gunung Semeru Semburkan Lava Pijar Beberapa Kali Sejauh 1.000 Meter

Gunung Semeru Semburkan Lava Pijar Beberapa Kali Sejauh 1.000 Meter

2 min read

MALANG, Mediasuarapublik – Aktivitas Gunung Semeru (3.676 mdpl) di Kabupaten Lumajang, hingga saat ini masih cukup tinggi dan terus meningkat. Erupsi, letusan hingga guguran lava pijar dan suara gemuruh terus terjadi.

Dikutip dari laporan petugas Pos Pemantauan Gunung Api (PPGA) Semeru di Pos PVMBG Gunung Sawur, Gunung Semeru kembali terpantau mengalami erupsi pada pagi ini, Rabu (18/1).

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Rabu, 18 Januari 2023, pukul 05:48 WIB. Tinggi kolom letusan teramati ± 500 meter di atas puncak (± 4176 meter di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 120 detik,” tulis Mukdas Sofian salah satu petugas piket PPGA Semeru, Rabu (18/1).

Tak hanya erupsi, dalam periode pengamatan pukul 12.00 – 06.00 WIB, Gunung Semeru juga dilaporkan beberapa kali mengeluarkan letusan dan guguran lava pijar.

“Letusan teramati 4 kali tinggi asap kurang lebih 400-500 meter, dengan warna asap putih kelabu condong ke arah utara. Teramati juga beberapa kali guguran lava pijar dengan jarak luncur kurang lebih 800 – 1.000 meter ke arah besuk kobokan,” jelasnya.

Sedangkan secara kegempaan, terekam telah terjadi 25 kali letusan, amplitude 11-22 mm, dengan durasi selama 55-120 detik.

Guguran sebanyak 9 kali dengan amplitudo 2-5 mm durasi selama 50-75 detik. Hembusan terjadi sebanyak 1 kali dengan amplitido 8 mm dan durasi selama 50 detik, serta 1 kali tektonik jauh dengan amplitudo 17 mm dengan durasi selama 90 detik.

“Hingga saat ini, Gunung Semeru masih berada pada status siaga atau level 3. Untuk warga tetap dihimbau agar selalu waspada, tetap tenang dan tidak panik dan yang terpenting selalu mematuhi rekomendasi terkait radius larangan beraktivitas pada lokasi yang telah ditentukan, serta mewaspadai terjadinya awan panas guguran, guguran lava dan banjir lahar,” pungkasnya. [Red/E]