Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Erick Thohir Pastikan Harga Pertalite Tak Ikut Turun

Erick Thohir Pastikan Harga Pertalite Tak Ikut Turun

2 min read

JAKARTA, Mediasuarapublik – Pemerintah memastikan Harga BBM jenis Pertamax turun dari Rp. 13.900 menjadi Rp. 12.800 pada Selasa (3 Januari 2023). Akan tetapi, BBM jenis Pertalite tidak ikut turun.

Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dimana pemerintah belum berencana untuk menurunkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite dan Solar pada awal tahun ini.

Sikap itu disampaikan Erick setelah pemerintah bersama dengan PT Pertamina (Persero) sepakat untuk menurunkan harga BBM nonsubsidi, seperti Pertamax dan turunannya di tengah pelemahan harga minyak mentah dunia saat ini.

Erick beralasan harga Pertalite dan Solar subsidi masih berada di bawah harga keekonomian kendati harga minyak mentah mengalami pelemahan di level US$79 per barel. Oleh karena itu, harga Pertalite belum mengalami perubahan atau tetap sebesar Rp10.000 per liter dan Solar subsidi sebesar Rp6.800 per liter.

“Pertalite yang harga minyak dunia masih tinggi harga jual Rp10.000, itu masih dibantu pemerintah Rp1.100, jadi luar biasa pemerintah membantu masyarakat,” kata Erick saat konferensi pers di SPBU Pertamina M.T Haryono, Jakarta, Selasa (3/1/2023).

Di sisi lain, Erick menggarisbawahi, pelemahan minyak mentah dunia belakangan dipastikan ikut menurunkan biaya pembentuk sejumlah BBM nonsubsidi milik Pertamina tahun ini. Kepastian itu diperoleh lewat proyeksi harga BBM nonsubsidi mendatang mengacu pada asumsi rata-rata minyak mentah dunia di level US$79 per barel.

Proyeksi itu juga telah disepakati dalam rapat tiga menteri yang terdiri atas Menteri BUMN, Menteri Keuangan dan Menteri ESDM yang turut dihadiri Direktur Utama Pertamina pada akhir Desember 2022.

“Bagaimana harga BBM yang pasar salah satu Pertamax nanti ada macam-macam produknya, harga nanti yang hari ini Rp13.900 itu menjadi Rp12.800,” kata dia.

Dia berharap penyesuaian harga yang aktif dilakukan pemerintah mengikuti perkembangan harga minyak mentah dunia itu ikut menjaga perekonomian nasional di tengah kekhawatiran resesi global yang makin menguat belakangan ini.

“Ini akan kita dorong, 2023 ini ketika banyak negara resesi mudah-mudahan tekanan resesi dunia tidak terjadi di Indonesia,” tuturnya.

Dilansir dari Data Bloomberg, pada Selasa (3/1/2023) 10.39 WIB, menunjukkan harga minyak mentah Brent berada di angka US$85,66 per barel untuk pengiriman Maret 2023. Harga itu mengalami penurunan 0,25 persen dari posisi perdagangan sebelumnya. 

Tren penurunan harga itu juga diikuti jenis minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Februari 2023. Pada perdagangan hari ini, WTI dipatok dengan harga US$80,08 per barel atau turun 0,18 persen dari posisi sebelumnya.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan Nicke menegaskan, penyesuaian harga tidak bakal dilakukan untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar yang masih ditanggung pemerintah saat ini.

Nicke beralasan harga keekonomian dari dua jenis BBM subsidi itu relatif masih lebar yang belakangan ikut mengerek biaya subsidi pada APBN selama satu tahun terakhir.

“Solar dan Pertalite itu harganya tetap itu karena subsidi yang disalurkan pemerintah itu besar sekali, padahal kompetitor menjual lebih dari dua kali lipatnya,” kata dia. [AH]