Piala Dunia 2022 Sulit Diprediksi Siapa Pemenangnya
2 min read
JAKARTA, Mediasuarapublik – Piala Dunia Qatar 2022 sungguh sulit diprediksi ujungnya. Tim unggulan hancur di tengah jalan. Sejumlah kesebelasan tidak dijagokan justru melangkah sangat jauh.
Kekalahan Argentina di laga pertama membuka berbagai fakta ”tidak masuk akal” itu. Tim calon juara dunia takluk di tangan Arab Saudi, 1-2. Lionel Messi menjadi sasaran tembaknya meski mencetak satu gol di laga itu.
Di partai lain, giliran Jepang yang berpesta. Mereka menaklukkan juara dunia empat kali, Jerman, 2-1. Maroko menambah kejutan saat generasi emas Belgia hancur lebur, 2-0.
Ketangguhan Maroko berlanjut hingga ke semifinal setelah menaklukkan Spanyol dan Portugal. Pada saat yang sama, Brasil pulang lebih dulu setelah dijungkalkan Kroasia.
”Ini bukan format Piala Dunia yang normal,” kata Pelatih Belgia Roberto Martinez seusai timnya takluk kepada Maroko.
Martinez tidak keliru. Selain hasil yang mengejutkan, Piala Dunia kali ini juga diwarnai fenomena baru. Besar kemungkinan, hal itu juga yang ikut memicu hasil akhir di setiap laga.
Salah satu perbedaan mendasar adalah waktu penyelenggaraan. Untuk pertama kali dalam sejarah, Piala Dunia Qatar digelar di pertengahan musim atau saat liga-liga terbaik dunia sedang berlangsung. Sebelumnya, Piala Dunia selalu diselenggarakan setelah laga di liga usai.
Penunjukan Qatar sebagai tuan rumah menjadi dasar kebijakan tersebut. Mustahil apabila Piala Dunia digelar seperti ajang sebelumnya. Kala itu, cuaca Qatar sangat panas.
Periode November-Desember atau saat musim dingin lantas dipilih. Saat itu disebut sebagai waktu paling ideal untuk bermain bola.
Keputusan menggeser jadwal Piala Dunia itu awalnya mendapat tentangan. Pesepak bola disebut harus bekerja lebih keras. Di saat liga-liga masih berjalan, mereka harus segera beradaptasi menuju Piala Dunia dalam waktu relatif singkat.
”Biasanya Anda punya waktu lima atau enam minggu untuk bersiap. Kali ini, kami hanya punya lima atau enam hari,” kata Martinez.
Fenomena di dalam lapangan juga tidak biasa. Salah satunya waktu tambahan yang lebih lama diberikan wasit. Kali ini, waktu tambahan bisa lebih dari tujuh menit jelang laga usai.
Hal ini merupakan pangkal kebijakan FIFA untuk membayar setimpal waktu terbuang akibat berbagai hal, seperti pemain cedera. Sudah diterapkan di Piala Dunia Rusia 2018, durasi waktu tambahan yang diberikan di Rusia tetap tidak selama di Qatar.
Pertandingan pada akhirnya berlangsung lebih lama. Banyak hal bisa terjadi. Mulai dari memengaruhi stamina pemain hingga memberi peluang semua tim menang atau kalah lebih besar. Laga Korea Selatan melawan Portugal di laga penyisihan menjadi contohnya. Kala itu, wasit memberikan tambahan waktu selama enam menit. Hal itu bisa dimanfaatkan penyerang Korsel, Hwang Hee-chan, untuk membuat timnya berbalik unggul, 2-1. Kemenangan atas Portugal membuat favorit juara, Uruguay, tersingkir di fase grup. [Red]
