Antisipasi Banjir, Pemdes Purwokerto Bersama TNI dan Polri Bersihkan Aliran Sungai
2 min read
KEDIRI, Mediasuarapublik – Pemerintah Desa (Pemdes) Purwokerto bersama TNI dan Polri bersihkan aliran Sungai Sawahan Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jumat (18/11/2022).
Kepala Desa (Kades) Purwokerto Ariful mengatakan kegiatan bersihkan aliran sungai dengan TNI dan Polri serta masyarakat merupakan langkah-langkah dalam upaya penanggulangan sebelum bencana terjadi.
“Kita lakukan bersih-bersih sebelum banjir datang,” ujarnya.
“Antisipasi salah satunya dengan menjaga lingkungan agar tidak terjadi bencana. Dengan begitu alam atau lingkungan tidak akan rusak, seperti banyak sampah di aliran sungai,” imbuhnya.
Untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan, Ariful mengatakan, jika hal tersebut tidak dapat hanya dilakukan oleh pemerintah saja, namun membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak.
Dirinya mengajak masyarakat peduli akan kebersihan sungai.
Sungai yang bersih dari sampah akan berfungsi sebagaimana mestinya.
Sementara itu, Kapolsek Ngadiluwih, AKP Iwan setya budhi, S.H. menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut selain sebagai wujud langkah kongkrit dari pemerintahan daerah bersama instansi terkait dalam rangka pengurangan risiko bencana (bersih-bersih sungai).
Selain itu, diharapkan dapat saling bersinergi antara TNI, Polri dan Pemerintah Daerah maupun masyarakat dalam mengantisipasi penanggulangan bencana alam.
“Kerja bakti dengan sasaran pembersihan aliran sungai, ditakutkan apabila turun hujan dengan intensitas tinggi bisa saja meluap ke pemukiman penduduk maka kami secara sinergi mengurangi risiko bencana tersebut,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Kapolsek berharap, dengan melakukan pembersihan lingkungan dan aliran sungai Purwokerto Ngadiluwih, mampu mengantisipasi terjadinya bencana alam sehingga masyarakat dapat beraktifitas dengan aman dan nyaman serta tercipta suasana Kamtibmas yang kondusif.
Sementara, Babinsa Koramil 07 Ngadiluwih, Sertu Suyadi mengatakan, bahwa gotong-royong menjadi elemen kunci untuk mengatasi setiap persoalan, termasuk dalam penanggulangan bencana.
Menurutnya upaya penanggulangan bencana tidak mungkin hanya mengandalkan peran pemerintah dan TNI-Polri.
Tapi harus melibatkan seluruh komponen masyarakat untuk bergerak maju, bersinergi dan bekerjasama dalam sebuah sistem terpadu.

Suyadi menjelaskan, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo telah menetapkan tanggal 26 April sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, bertepatan dengan tanggal ditetapkannya Undang-Undang Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
Presiden pun telah mengintruksikan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk terus berlatih, mengevaluasi sistem kesiapsiagaannya.
“Tentunya bencana tidak saja mengakibatkan kerugian fisik atau material, tapi juga penurunan produktivitas ekonomi warganya di sektor pertanian, perdagangan, jasa,” tandasnya. [Yud/Yar]
