Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Gerard Pique Resmi Gantung Sepatu

Gerard Pique Resmi Gantung Sepatu

4 min read

JAKARTA, Mediasuarapublik – Gerard Pique menyatakan diri untuk gantung sepatu atau pensiun, ia pamit ke Barcelona dan para suporternya di Camp Nou. Pria 35 tahun itu telah tampil untuk terakhir kalinya di tempat yang membesarkan namanya.

Pique tampil untuk terakhir kalinya di Camp Nou, Minggu (6/11/2022) dini hari WIB sebagai pemain, ketika Barcelona menang 2-0 atas Almeria. Ia turun sebagai starter dan ditarik keluar pada menit ke-85.

Di panggung terakhirnya sebelum pensiun itu, Pelatih Barca Xavi Hernandez memberinya kepercayaan dengan tampil sejak awal laga. Ia juga memberi Pique kehormatan dengan mengenakan ban kapten. Momen itu terasa istimewa bagi Pique yang musim ini lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan.

Kendati begitu, Pique tidak bermain penuh. Xavi memutuskan menggantinya di menit ke-83 dengan Andreas Christensen. Pada momen inilah air mata Pique akhirnya terjatuh. Sembari tersenyum sebagai respons atas tepuk tangan dari suporter, Pique juga larut dalam kesedihan. Ia mendekap Christensen di garis tepi kemudian hilang dari lapangan hijau untuk selamanya.

”Rasanya seperti melepaskan beban berat dari punggung saya ketika saya keluar dari lapangan. Beberapa bulan terakhir benar-benar sulit dan hari ini saya merasa bebas. Itu adalah pengalaman seumur hidup yang akan saya bawa selamanya,” kata Pique kepada DAZN.

Musim ini menjadi salah satu yang tersulit dalam karier Pique. Dia pernah menjadi bagian dari era keemasan Barca ketika merajai Eropa dan Spanyol. Saat itu, Barca diperkuat pemain-pemain bintang, seperti Lionel Messi, Samuel Eto’o, dan Thierry Henry. Di jantung pertahanan, Pique menjadi benteng yang sulit ditembus saat berduet bersama Charles Puyol.

Pique dikenal sebagai salah satu bek tengah terbaik di generasinya. Ia mengoleksi 36 trofi dalam 18 tahun kariernya, termasuk empat gelar Liga Champions ditambah satu Piala Dunia, dan satu Piala Eropa bersama timnas Spanyol.

Seusai menjadi palang pintu andalan Barca pada masa kejayaannya, Pique perlahan harus menerima kenyataan terhadap penurunan performanya. Bagi seorang pemain yang dulu sempat tidak tergantikan di posisi bek tengah, sulit bagi Pique untuk memahami bahwa dirinya kini hanya pelengkap barisan pertahanan Barca.

”Saya senang telah memberikan segalanya untuk klub ini. Ada hari-hari baik dan buruk, tetapi saya bangga akan hal itu. Saya pikir saya pergi dengan pekerjaan yang diselesaikan dengan baik,” katanya.

Setelah laga melawan Almeria usai, Pique diangkat ke udara oleh rekan-rekan setimnya dan dirayakan oleh para pendukung yang berulang kali meneriakkan, ”Presiden! Presiden! Presiden!”. Di internal klub Catalan itu, Pique memang secara luas dipercaya berpotensi menjabat Presiden Barca di masa depan. Dia punya modal untuk itu karena kakek Pique, Amador Bernabeu, adalah mantan Wakil Presiden Barcelona.

Sejumlah media Spanyol melaporkan, keputusan Pique untuk mengakhiri karier sepak bolanya tidak lepas dari pembicaraan empat mata dirinya dengan Xavi di awal musim. Xavi saat itu dilaporkan memberi tahu Pique bahwa dia tak akan banyak mendapat kesempatan tampil musim ini.

Disinggung mengenai pertemuan empat mata dengan Pique, Xavi mengonfirmasi dia telah berbicara dengan bek seniornya itu. Namun, ia menolak membeberkan isi pembicaraannya. Meski begitu, Xavi menyampaikan, pembicaraan itu merupakan salah satu hari tersulit dalam karier kepelatihannya.

”Dia rekan setim saya. Saya sangat menghormatinya. Ketika Anda tidak lagi penting atau berguna bagi tim, Anda merasa buruk. (Peran saya) memang ada (dalam keputusan pensiun Pique). Namun, ini adalah keputusan yang harus Anda ambil untuk kebaikan klub. Saya mencari yang terbaik untuk Barca. Begitulah sulitnya,” tutur Xavi.

Pique telah kalah bersaing dengan barisan bek tengah Barca, yakni Ronald Araujo, Jules Kounde, dan Christensen. Sejauh ini, hanya badai cedera yang menimpa barisan pertahanan Barca yang menolong Pique untuk mendapat kesempatan tampil sebagai pemain mula. Dari 13 laga di Liga Spanyol, Pique hanya tampil penuh pada tiga laga.

Namun, kesempatan untuk bermain penuh itu dia sia-siakan. Itu terjadi pada laga menghadapi Inter Milan di Liga Champions. Pique menjadi salah satu pemain yang disalahkan suporter atas hasil imbang 3-3 kala itu. Kelengahan Pique dalam mengawal Lautaro Martinez membut gawang Barca kebobolan.

Hasil imbang itu membuat peluang Barca untuk lolos dari fase grup menjadi sangat kecil. Itu kemudian menjadi kenyataan dengan Barca tersingkir di fase grup dalam dua musim beruntun.

Pada laga melawan Almeria ini pun Pique membuat kesalahan fatal dengan tidak menjemput bola kiriman Frenkie De Jong. Bola kemudian direbut striker Almeria yang berlari kencang untuk berhadapan satu lawan satu dengan kiper Marc-Andre ter Stegen. Beruntung Ter Stegen masih bisa menggagalkan satu-satunya peluang emas Almeria itu.

Barca berhasil unggul berkat gol yang dilesakkan Ousmane Dembele dan Frenkie de Jong. Tambahan tiga poin dari Almeria membuat ”Blaugrana” merebut kembali puncak klasemen liga dari Real Madrid yang belum memainkan laga melawan Rayo Vallecano. Barca berada di puncak dengan koleksi 34 poin dari 13 laga, unggul dua poin dari Madrid. (Red)

Baca Berita Terlengkap Lainnya di Google News