Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Sekber Arema Dibentuk untuk Pengawalan Proses Hukum Tragedi Kanjuruhan

Sekber Arema Dibentuk untuk Pengawalan Proses Hukum Tragedi Kanjuruhan

3 min read

MALANG, Mediasuarapublik – Pembentukan Sekretariat Bersama Arek Malang atau Sekber Arema merupakan respon untuk melakukan Pengawalan terhadap proses hukum Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang serta melukai lebih dari 600 orang bakalan dilakukan sampai tuntas.

Sekber Arema sendiri merupaka gabungan dari sejumlah elemen atau posko pendamping pihak korban yang sebelumnya bergerak secara terpisah. Semua bersepakat membentuk wadah berbadan hukum dengan maksud mengawal dan memperjuangkan keadilan atas tragedi kemanusiaan itu.

Nantinya Sekber ini digunakan untuk ruang silaturahmi, saling menguatkan Aremania, komunikasi, bantuan hukum, dan aktivitas progresif lainnya untuk mengawal proses hukum yang sedang berlangsung. Prioritas pekerjaan saat ini ialah menyusun argumen, narasi, dan fakta hukum terkait tragedi berdarah itu.

”Proses hukum kami kawal agar tidak kendur,” ujar Sekretaris Sekber Arema Anwar Mbatu, Minggu (23/10/2022), di Posko Sekber Arema di rumah budayawan Malang, Anto Baret, di Lowokdoro, Kelurahan Kebonsari, Sukun, Kota Malang.

Seperti diketahui, Polri telah menetapkan enam tersangka dalam peristiwa ini. Mereka adalah Direktur PT Liga Indonesia Baru Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC Abdul Haris, dan security officer Suko Sutrisno.

Selain mereka, ada Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Malang Komisaris Wahyu Setyo Pranoto, Komandan Kompi III Brimob Kepolisian Daerah Jawa Timur Ajun Komisaris Hasdarman, dan Kepala Satuan Samapta Polres Malang Ajun Komisaris Bambang Sidik Achmadi.

Selain tersangka, penyidik juga telah memeriksa lebih dari 80 saksi, termasuk Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan.

Menurut Anwar, dibutuhkan stamina panjang untuk mengawal tragedi ini. Tidak hanya itu, dibutuhkan juga konsistensi dan komitmen karena Tragedi Kanjuruhan bisa dikategorikan sebagai kejahatan kemanusiaan yang diduga dilakukan oleh aparatur sipil negara—yang semestinya menjaga keamanan selama pertandingan dan diduga melibatkan PSSI.

Disinggung bagaimana tanggapan Sekber Arema terhadap proses hukum yang tengah berlangsung, Anwar mengatakan sejauh ini masih di rel. ”Ini masih di rel. Polri punya hak ingkar, dia buat statement silakan, nanti kami bertemu di persidangan guna membuktikan,” katanya.

Sekber Arema menghargai proses yang telah dilakukan Tim Gabungan Independen Pencari Fakta yang sudah bekerja dan memberikan laporan kepada Presiden. Begitu pula Komisi Nasional Hak Asasi Manusia sebagai representasi negara dan pihak lain yang telah memberikan dukungan terhadap para korban.

Selama 24 hari setelah tragedi, semua pihak memang masih berfokus pada penanganan korban dan dampak, termasuk trauma healing serta pemenuhan kebutuhan akan hak-hak korban. ”Hal ini menjadi prioritas utama dan masih akan terus dilakukan karena masih ada korban meninggal,” ucapnya.

Selain mengawal dari sisi proses hukum, Sekber Arema juga masih mengumpulkan data dan fakta lapangan. Febri dari Tim Hukum Sekber Arema mengatakan, pihaknya kini juga tengah mengumpulkan surat kuasa dari para korban guna mengambil resume medis dari rumah sakit.

Hal ini dilakukan agar para korban tidak mendapatkan intimidasi saat mengambil rekam medis itu sendirian. ”Rata-rata dari RS pemerintah, resume medis tidak diberikan,” katanya.

Sementara itu, salah satu orangtua korban, Andi Wijaya (42), warga Kidul Dalem, Kota Malang, mempersilakan dilakukan pengusutan tuntas terhadap pihak yang bertanggung jawab atas masalah ini meski dirinya menganggap tragedi itu sebagai musibah.

Anak pertama Andi, Daffa Fahrudin Wijaya (15), ikut menjadi korban meninggal dalam peristiwa 1 Oktober itu. ”Secara pribadi saya tidak menuntut dan menganggap tragedi itu sebagai musibah. Namun, kalau mau diusut tuntas, ya, silakan,” katanya saat ditemui di Stadion Kanjuruhan. (DS)

Baca Berita Terlengkap Lainnya di Google News