Program Kompor Listrik Resmi Dibatalkan, Begini Alasannya !
2 min read
JAKARTA, Mediasuarapublik – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN membatalkan program pengalihan kompor LPG tiga kilogram ke kompor listrik. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga kenyamanan masyarakat dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19.
“PLN memutuskan program pengalihan ke kompor listrik dibatalkan. PLN hadir untuk memberikan kenyamanan di tengah masyarakat melalui penyediaan listrik yang andal,” ujar Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.
Anggota Komisi VI DPR, Rudi Hartono Bangun mendukung keputusan PLN tersebut. Karena dia menilai sejak awal PLN tidak melakukan kajian dan penelitian ketika akan membagikan kompor listrik gratis ke masyarakat.
“Tidak ada kajian, penelitian, dan studi banding, sehingga menuai polemik (di masyarakat) dan kesannya (program) asal-asalan,” ungakp Anggota Komisi VI DPR RI Rudi Hartono Bangun, dikutip dari laman resmi DPR RI, Rabo (28/9).
Hal itu dilihat dari percobaan yang dilakukan PLN dengan membagikan kompor listrik gratis ke masyarakat, tapi kompor listrik yang dibagi kapasitas dayanya untuk listrik di atas 1500 watt.
Artinya, meteran listrik masyarakat yang dayanya hanya 900 watt tidak akan mampu untuk mengoperasikan kompor listrik yang dibagikan gratis tersebut.
Selain itu, yang menjadi pertanyaan juga adalah soal PLN yang tidak membagikan kompor listrik dengan kapasitas listrik yang dimiliki masyarakat.
“Kenapa tidak kompor listrik yang kapasitasnya 400 watt sehingga cocok untuk (tegangan) listrik masyarakat di desa. Tidak sinkron kompor listrik yang dibagikan PLN untuk warga desa dengan tegangan listrik warga yang hanya 900 watt. Dan jika warga diminta untuk naikkan daya lagi ke 2000 watt, tentu dikenakan biaya yang tidak sedikit. Tentu warga juga keberatan,” tandasnya.
Sementara itu, Pengamat energi menilai PT PLN (Persero) sengaja membatalkan program konversi LPG 3 Kg ke kompor listrik karena banyak mendapatkan kritik dari berbagai pihak.
Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mengatakan PLN terpaksa membatalkan rencana konversi LPG 3 kg ke kompor listrik secara masif karena timbul gejolak di masyarakat.
“Memang ada gejolak di masyarakat ini akhirnya kebijakan (kompor listrik) dibatalkan,” ungkap Mamit. (FM/AH)
