Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Petani Pisang Asal Sidomulyo Lamongan, Raup Ratusan Juta Tiap Panen

Petani Pisang Asal Sidomulyo Lamongan, Raup Ratusan Juta Tiap Panen

2 min read

Lamongan – medisuarapublik.com

Abah Soib (55), petani asal Desa Sidomulyo, sekaligus Kepala Desa (Kades) Sidomulyo, Kecamatan Mantup Lamongan, sudah merasakan manisnya keuntungan dari menanam pisang cavendish atau ambon putih.

Ia baru mulai menanam pisang cavendish sekitar 9 bulan lalu dan kini sudah mendapatkan untung hampir Rp 150 juta dari panen pertamanya. Abah Soib mengatakan, awalnya dia merupakan petani tebu, namun dari tahun ke tahun penghasilannya dirasa kurang, apalagi kalau kendala hujan, pasti biayanya membengkak.

Ia lalu mendengar cerita temannya bahwa ke depan buah yang akan banyak dicari dan hasilnya banyak yakni pisang Cavendish.

Selanjutnya, Abah Soib mencari tahu melalui teman petani lain dan bertemu dengan H. Sholahudin dan Ia tertarik dan memutuskan belajar di perkebunan pisang Cavendish.

“Teman bilang cavendish bagus ke depannya. Kemudian saya lihat-lihat di youtube dan belajar langsung ke kebun milik H.Sholahudin, saya lihat prospeknya bagus dan hasilnya lumayan,” kata Abah Soib saat dihubungi, Sabtu (20/8/2022).

Setelah itu, Abah Soib memutuskan menanam pisang Cavendish di lahan 1 hektare miliknya.

Untuk lahan 1 hektare, Soib membeli bibit pisang sebanyak 2.400 dengan harga total Rp 36 juta atau 15 ribu tiap pohon.

Kemudian untuk biaya perawatan dan pupuk dari tanam hingga panen menghabiskan sekitar Rp 50 juta.

“Jadi biaya perawatan pisang Cavendish ini meliputi, bayar petani, obat, semprot, pupuk. Jadi total sekitar 86 juta untuk 1 hektare awal,” kata dia.

Soib mengaku tak kesulitan dalam hal penjualan pisang Cavendish. Sebab Hasil panen langsung ditampung oleh kemitraan.

“Bahkan sampai saat ini kita masih kekurangan untuk memenuhi permintaan,” ujarnya.
Tak hanya dari buahnya, ia juga bisa mendapatkan keuntungan dari menjual anakan dari pohon pisang Cavendish ini.

Dalam satu indukan pohon menurutnya bisa beranak sampai lima pohon. Jadi dua anakan tersebut untuk dibesarkan, sedangkan tiga sisanya bisa dijual dengan harga 5 ribu.

Soib mengatakan, setelah semua pohon panen maka akan ditebang. Namun keuntungannya, di samping pohon induk sudah ada dua anakan yang akan siap dipanen lagi dalam tiga bulan ke depan.

Jumlahnya pun dua kali lipat atau sekitar 4.000 pohon anakan dari 2.400 pohon indukan di lahan yang sama.

“Jadi ketika induk usia 8 bulan, anaknya di sampingnya itu sudah usia 3 bulanan,” kata dia.

Ia memperkirakan hasil penjualan pisang dari 4.000 pohon ini sekitar Rp 360 juta. Siklus ini akan terus berulang sehingga pembelian bibit hanya dilakukan saat awal menanam pisang. [Otong/E]