Mediasuarapublik.com

Mengedepankan Profesional Dalam Berita Yang Seimbang Secara Aktual Dan Faktual

Home » Cuaca Buruk, Kali Lamong Gresik Diperbaiki

Cuaca Buruk, Kali Lamong Gresik Diperbaiki

2 min read

GRESIK, Mediasuarapublik – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik mengingatkan terjadinya cuaca buruk hingga beberapa hari kedepan. Tingginya intensitas curah hujan menyebabkan sejumlah sungai di Gresik memiliki debit yang tinggi.

Seperti minggu lalu, Kali Lamong meluap hingga ke permukiman. Kendati luapan air tersebut tidak berlangsung lama. Tidak hanya itu, sejumlah tanggul di daerah aliran sungai (DAS) Kali Lamong pun jebol akibat debit air yang cukup besar. “Cuaca ekstrem masih melanda gresik beberapa hari ke depan,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, Driatmiko Herlambang.

Ia menambahkan, sekarang ini sejumlah wilayah di Jawa Timur sudah terjadi banjir. Untuk itu, potensi banjir akibat luapan Kali Lamong juga ada. Apalagi sungai tersebut setiap tahunnya rutin meluap apabila intensitas hujan tinggi. “Sejumlah wilayah di hulu juga tinggi hujannya, potensi banjir ada,” imbuhnya.

Mengutip situs BNPB beberapa langkah antisipasi itu antara lain menyiagakan tim siaga bencana untuk bertugas memantau kondisi terkini di lapangan, melakukan koordinasi dengan aparatur desa, menyiapkan evakuasi.

Lalu, warga bisa menyimpan barang-barang penting ke tempat aman, membatasi aktivitas di luar rumah, jika berada di luar rumah hindari pohon besar, baliho, dan saluran air atau gorong-gorong.

Selain itu, menyiapkan tas siaga (makanan, minuman, obat, uang, pakaian, dokumen berharga, dan lain-lain), tetap melakukan 3M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun) untuk mencegah potensi terjadinya penyakit.

Sebelumnya, Gubernur Khofifah Indar Parawansa juga telah membunyikan alarm kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi dampak cuaca ektrem. Setidaknya, terdapat tujuh daerah aliran sungai (DAS) yang mesti diwaspadai. Salah satu di antaranya Bengawan Solo yang memiliki beberapa DAS seperti Kali Lamong, Gresik. Khofifah pun berpesan, masyarakat diharapkan turut membantu BPBD di masing-masing kabupaten/kota.

Sementara itu, Kepala BMKG Juanda Sidoarjo Taufiq Rahman dalam rilisnya mengungkapkan, hasil analisis dinamika atmosfer di wilayah Jawa Timur terkini menunjukkan ada pola belokan angin serta perlambatan kecepatan angin yang dapat meningkatkan aktivitas konvektif dan pertumbuhan awan hujan.

Aktifnya fenomena gelombang atmosfer Equatorial Rossby, serta suhu muka laut di perairan Jawa Timur masih hangat sehingga suplai uap air akan semakin banyak di atmosfer.

Nah, kondisi tersebut mempengaruhi pembentukan awan–awan Cumulonimbus (CB) yang semakin intens hingga mengakibatkan cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung, dan hujan es.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik, Achmad Hadi, mengatakan upaya tim sumber daya alam DPUTR melakukan pembenahan pada lima tanggul yang dilintasi sungai Kali Lamong dibenahi dalam dua hari terakhir, kelima tanggul dibenahi akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu.

Diketahui lima tanggul yang dibenahi adalah sekitar Desa Gluranploso, Desa Bulurejo di Kecamatan Benjeng. Kemudian di Desa Cermen, Kecamatan Kedamean. (SG)